Belakangan ini mulai marak penipuan dengan bukti transfer struk ATM palsu. Dengan banyaknya transaksi jual beli online yang dilakukan banyak orang karena kemudahannya, kasus penipuan jenis ini mulai banyak dialami oleh para pelaku bisnis online dari kedua pihak.
Akun Palsu Media Sosial yang Mengatasnamakan Bank
Tidak hanya dengan menggunakan panggilan telpon yang mengatasnamakan Bank tertentu, pelaku kejahatan juga menggunakan modus akun palsu di media sosial untuk mendapatkan data pribadi perbankan kamu, seperti nomor kartu kredit/debit, dengan cara membuat akun dari nasabah melalui komunikasi di media sosial.
Phising
Hampir sama dengan modus kejahatan finansial dengan menggunakan malware, phishing menggali informasi seperti username, password dan rincian kartu kredit, dengan muncul sebagai entitas terpercaya dalam sebuah komunikasi elektronik.Â
Pembajakan SIM Card
Cara kerja modus kejahatan ini adalah pelaku datang ke gerai untuk mendapatkan sim card target dengan identitas yang dipalsukan. Selanjutnya menelpon call center bank untuk melakukan reset password internet banking lalu dapat melakukan transaksi menggunakan account korban.
Double Swip Debt/Credit Card
Modus kejahatan ini adalah dengan cara menggesekan kartu debit/kredit lebih dari satu kali dalam mesin kasir yang sama dan waktu yang berdekatan. Sehingga data yang ada dalam kartu debit/kredit akan bisa saja disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Jadi pastikan cukup sekali saja kartu digesek di mesin kasir ketika anda bertransaksi.
Itulah beberapa modus kejahatan finansial perbankan yang mesti diwaspadai oleh para pengguna jasa keuangan. Tentunya dengan mengetahui beragam modus diatas dapat menjadi bahan untuk kita agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi sehingga terhindar dari kejahatan finansial.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H