Mohon tunggu...
Healthy

Maloklusi dan Behel Gigi sebagai Solusinya

4 Juli 2018   09:58 Diperbarui: 4 Juli 2018   10:09 1368
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Behel Gigi | drdamonsmiles.com

Buat kamu fans berat JKT48 pasti tau siapa foto di atas. Ya betul, foto itu adalah foto Nabila, salah satu personel JKT48, yang terkenal dengan gigi gingsulnya yang menawan hati.

Tapi siapa sangka? ternyata gigi gingsul itu salah satu bentuk maloklusi lho. Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba berbagi mengenai maloklusi dan alternatif solusinya.

Maloklusi

Maloklusi terdiri dari dua kata yaitu mal dan oklusi yang artinya adalah penyimpangan terhadap oklusi normal atau hubungan antar rahang atas dan bawah yang menyimpang dari bentuk yang dapat diterima sebagai kondisi normal.

Saya sendiri dulu adalah satu penderita maloklusi dengan gigi taring saya yang naik ke atas atau sering disebut gingsul. 

Banyak yang bilang bahwa maloklusi atau gigi yang tidak rata tersebut biasanya karena kebiasan saat kecil yang suka menggunakan dot atau menghisap jari, namun di kasus saya sepertinya penyebabnya lebih karena faktor genetik.

Iya, maloklusi juga bisa disebabkan oleh faktor genetik, terutama dari pernikahan dari ras yang berbeda. Misalkan bapak dari ras dengan gigi yang besar dan ibu dari ras dengan rahang yang kecil, maka kemungkinan besar anaknya akan mengalami maloklusi.

Nah, kebetulan ibu saya dari Sulawesi dan ayah saya dari Jawa, makanya gigi saya susah untuk berbaris dengan rapih.

Yang jadi menarik adalah berhubung negara kita ini negara multi ras, maka prevalensi maloklusi ini semakin lama dapat semakin besar seiiring dengan makin banyaknya pernikahan dari ras yang berbeda.

Salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk memperbaiki maloklusi ini adalah dengan menggunakan kawat gigi atau yang biasa disebut behel gigi.

Karena ibu saya peduli dengan penampilan anaknya, jadilah saya menggunakan kawat gigi pada saat usia remaja untuk memperbaiki susunan gigi saya.

Behel Gigi | drdamonsmiles.com
Behel Gigi | drdamonsmiles.com

Behel Gigi

Buatt kamu yang ingin pasang kawat gigi, ada baiknya mengetahui jenis-jenis behel sessuai dengan fungsinya berikut.

Behel Metal

Seperti namanya, behel ini memang dibuat dari material metal dan dikombinasikan dengan karet warna-warni agar terlihat makin menarik. Behel jenis ini adalah yang paling sering dipakai pada proses pemasangan kawat gigi. 

Saya menggunakan behel jenis ini waktu perawatan dulu karena merupakan salah satu alternatif yang paling terjangkau.

Kalau kamu memilih behel dari bahan metal, jangan malas untuk rutin mengontrol dan mengganti karetnya, ya, sebab seiring waktu kawat akan kehilangan elastisitasnya.

Behel Transparan

Kalau kamu ingin memakai behel gigi yang tak begitu mencolok, behel transparan mungkin bisa jadi pilihan. Behel ini dibuat dari material ceramic dan sapphire yang sewarna dengan gigi, sehingga tidak terlalu tampak ketika diaplikasikan di gigi.

Kawat dan karet penyangganya pun punya warna yang serupa. Hanya saja, behel transparan tidak bisa dipakai untuk gigi dengan kasus yang berat.

Behel Lingual

Ingin pakai behel yang tidak terlihat sama sekali? Pakai saja behel lingual. Behel ini dipasang di sisi belakang gigi sehingga tak terlihat. Namun, proses yang sedikit rumit membuat behel ini lebih mahal.

Behel Damon

Behel damon (self-ligating) cocok dipasang pada pasien yang ingin memakai behel tanpa perlu mencabut gigi. Karena memakai per berukuran kecil, pasien juga tidak akan merasakan sakit ketika gigi ditarik.

Itulah jenis-jenis behel gigi yang umum di pasaran. Kamu bisa pilih mana yang paling tepat untuk kondisi kamu.

Semoga bisa mencerahkan ya, dan jangan lupa tersenyum. Semoga hari kamu menyenangkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun