SENIN, 5 AGUSTUS 2024
Duka itu sudah surut
[Yang kuyakini akan] Berganti dengan senang yang menyambut
Tahun-tahun yang masygul sudah lama terlewati
[Yang kuyakini akan] Berganti dengan gembira yang menanti
Ma, ini tahun pertama aku berperan sebagai 'ibu'. Menggantikan peran Mama dulu. Sulit ternyata Ma, aku tetap tak bisa menahan muka kusutku di depan anak-anak. Aku tidak sesabar Mama saat mereka membuat kegaduhan. Ma ... Andai tempat 'kembali kasih' ini kujual ... Apakah Mama marah?
Ma, puluhan anak ini nyatanya membutuhkan Mama. Bukan aku untuk 'ibu' mereka. Mereka bandel Ma. Aku suruh makan, mereka makan tanah. Aku suruh mandi, mereka mandi lumpur. Jangan ditanya saat aku menyuruh mereka sekolah, mereka sudah pasti malah asyik bernyanyi-nyanyi di dapur. Puluhan anak nakal ... membuat aku merasa seperti 'ibu' abal-abal.
***
Ma, sudah tiga tahun aku menjadi seorang 'ibu'. Ma, aku mensyukuri anak-anakku. Anak-anak yang 'mulia'. Anak-anak yang periang. Merekalah perhiasan hidupku sekarang Ma.
Aku tak lagi memakai gelang. Aku lebih suka tangan-tangan kecil itu merengkuh pergelangan tanganku. "Ibu, ayo ikut main! Ibu yang ucing ya!"
Aku menyimpan kalungku. Aku lebih senang tangan-tangan halus itu memegang leherku saat bermain jungkat-jungkit. "Yang tinggi Bu! Biar Alisa nyangkut di pohon!
Aku tak lagi tertarik dengan musik. Ada yang lebih merdu dari itu. Misalnya ketika Leila berbisik-bisik ditelingaku. "Bu, kayaknya tadi malam Sasha ngompol."
Ma, te-ri-ma-ka-sih. Aku sAyanG MamA. sAsHa TaDI maLaM TidAK mEngOmPol koK mA. LeIlA bOhoNG.
Kembali kasih, anakku..
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H