"27 November. Tahunnya gausah ditulis ya."jawab Boby.
27 November ? Karin terkejut. Ternyata ia dan Boby memiliki hari ulang tahun yang sama. Tapi biasa saja kan, dalam satu hari pasti banyak bayi yang lahir. Karin berusaha bersikap biasa saja. Tapi entah mengapa ia merasa senang. Ia merasa hal ini lucu, lahir di hari yang sama dengan Boby.Â
"Kalau aku minggu depan nih. Kalian tanya mau kasih kado yaa,jangan lupa ya! Minggu depan,tanggal 6 lo!"Elma menyambung, menggoda adik tingkatnya yang terlihat serius dan lelah. Mereka pun tertawa. Obrolan pun berlanjut  dengan curhatan para mahasiswa baru mengenai pengalaman awal masa kampus mereka.Â
"Kak Karin, biodatanya belum nih. Dari tanggal lahir dulu deh kak, berapa tanggal lahirnya ?" Rudi kembali bertanya mewakili teman-temannya.
"Aku, 27 November dik."jawab Karin. Rudi dan anak-anak lain segera mencatat.
Karin melirik Boby. Boby yang semula memperhatikan Rudi mencatat, kemudian melihat ke arah Karin juga dan ia tersenyum. Karin tersenyum canggung. Mungkin teman dan adik tingkatnya tidak menyadari bahwa tanggal lahirnya sama dengan Boby karena  terlalu asyik mengobrol. Karin mengalihkan pandangan ke Rudi, kemudian lanjut menjawab pertanyaan seputar biodata nya.
Hujan sudah berhenti. Obrolan Karin dengan adik tingkatnya juga sudah selesai. Rudi dan tema-temannya pamit pulang duluan. Novi pun mengajak Karin dan yang lain makan terlebih dahulu sebelum pulang ke kost dan rumah masing-masing. Mereka meninggalkan kelas menuju tempat parkir.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H