Begitu pula dengan bait-bait puisi yang ditampilkan, dengan voice over dari karakter Bara berupa puisi ataupun suasana hati yang sebetulnya sudah diwakilkan dalam adegan. Kesan puitis yang ingin dibangun justru hanya sebagai hiasan saja, tanpa substansi yang jelas. Alhasil, tak ada emosi yang terbangun karenanya.
Overall, Panduan Mempersiapkan Perpisahan kurang mampu menghadirkan romantisme Jogja yang mengena di hati. Hubungan kedua karakter utamanya terasa hambar, dan konklusi di akhir pun tak memiliki arah yang jelas. Apakah penonton harus mengamini kesalahan Bara, atau justru berpihak pada patah hatinya?
Walaupun punya banyak kekurangan, Panduan Mempersiapkan Perpisahan tetap dapat dinikmati sebagai tontonan yang dapat dijadikan pelajaran dalam menjalani hubungan. Jangan jadi seperti Bara, yang bertanya mengenai kejelasan hubungan, tapi dirinya sendiri tak ada effort untuk memulai.
Film Panduan Mempersiapkan Perpisahan dapat kamu tonton di Bioskop Online.
Rating pribadi : 6/10
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI