Korea memang terkenal dengan industri perfilmannya yang semakin maju di mata dunia, apalagi film-filmnya mulai memenangkan banyak penghargaan yang diakui oleh dunia.
"Parasite" berhasil memenangkan piala Oscar, lalu ada "A Taxi Driver" sebagai pemenang most popular film di Blue Dragon Film Awards ke-38. Masih banyak film korea yang mendapat penghargaan internasional. Lantas, kalau film korea baru-baru ini, ada yang dapat penghargaan tidak ya?
Jawabannya adalah Minari. Film ini disutradarai oleh Lee Isaac Chung, dan film ini mendapatkan penghargaan di Sundance Film Festival dan mendapat pujian dari sutradara “Parasite” Bong Joon-ho.
Minari bercerita tentang David, seorang anak laki-laki Amerika keturunan Korea berusia 7 tahun, hidupnya terbalik ketika ayahnya memutuskan untuk memindahkan keluarga mereka ke pedesaan Arkansas dan memulai sebuah pertanian pada pertengahan 1980-an.
Singkatnya, film ini bercerita tentang Imigran Korea dan keluarganya yang ingin menggapai american dream.
Lalu, apa yang menarik dari film ini sehingga bisa mendapat penghargaan di festival film dunia?
Yuk simak, ini 5 kelebihan film Minari yang membuatnya layak untuk mendapat penghargaan di festival film dunia.
1. Film yang "Berbeda"
Film ini memiliki alur yang tidak mudah ditebak. Kita tidak akan menduga poin-poin yang disampaikan di awal film akan berakhir seperti apa. Awalnya, saya hanya menyangka bahwa film ini memiliki alur layaknya film lain, namun ternyata berbeda.
2. Detail kecil namun bermakna besar
Banyak adegan-adegan yang mungkin dianggap biasa oleh para penontonnya namun memiliki makna yang besar. Seperti ketika adegan interaksi orang Korea dengan penduduk asli Amerika, juga ketika adegan pergi ke gereja, tidak semata-mata ditampilkan hanya untuk menjadi penghias cerita. Film ini menunjukkan bahwa Amerika dan Korea sedang berusaha untuk belajar menghargai perbedaan yang ada.
3. Akting pemainnya yang memukau
Begitu juga dengan akting Alan S.Kim sebagai David dan Noel Cho sebagai kakaknya. Mereka berdua digambarkan sebagai anak korea yang lahir dan berjiwa Amerika. Walau begitu, mereka tetap bisa berbahasa Korea, dan tahu beberapa budaya Korea.
Akting mereka berdua di film ini tampak natural seperti anak-anak pada umumnya. Mereka berdua mampu membuat suasana film ini jadi lebih hangat dan menyenangkan.
Karakter nenek yang diperankan oleh Youn-Yuh Jung juga amat menarik perhatian para penontonnya. Jika di film-film lain seorang nenek digambarkan bak malaikat penuh kasih sayang, film ini justru menunjukkan seorang nenek yang apa adanya. Di akhir film, kita akan dikejutkan dengan adegan nenek yang tidak terduga. Sukses membawa karakter nenek yang berbeda.
4. Mengambil footage-footage dan lagu yang sederhana dan indah
Film ini juga dikontraskan dengan musik-musik korea tahun 90s yang terasa seperti kehidupan berjalan. Ketika adegan marah atau pun sedih sekali pun, tidak ditambahkan backsound yang bernuansa sedih, dan membuat film ini terlihat benar-benar natural.
5. Penuh pesan namun tidak menggurui
Di akhir film, ayahnya pun terlihat telah belajar akan satu hal. Di mana hal itu yang membuatnya dan keluarganya menjadi kembali harmonis.
Film ini mengajarkan bahwa hidup bukanlah hanya soal punya uang, rumah bagus, dan lainnya. Seperti ketika merawat tanaman, yang bukan hanya soal menyiram. Film ini juga menunjukkan bahwa tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, proses membuat lahan peranian di film ini juga dibantu dengan orang amerika yang menunjukkan bahwa perlunya interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari terutama ketika sedang beradaptasi.
Film ini juga mengajarkan bahwa keluarga yang sesungguhnya adalah ketika bisa selalu bersama di kala senang atau pun susah. Lagi-lagi, hidup bukanlah hanya soal uang. Melainkan kebersamaan, selama kita masih bersama, maka kita akan bisa melewati berbagai rintangan di kehidupan dengan tenang dan bisa saling menguatkan. Jadilah seperti pohon Minari yang bisa tumbuh dengan beradaptasi dengan jenis tanah di mana pun ia ditanam.
Itulah 5 kelebihan film Minari yang membuatnya layak mendapat penghargaan di festival film. Apakah kamu tertarik untuk menontonnya?
Overall, saya rasa film ini akan masuk dalam kandidat film terbaik di piala Oscar nanti. Dengan filmnya yang berbeda dan tidak terduga, juga adegan-adegan kecil yang penuh dengan kritik sosial, membuat film ini layak untuk mendapat piala Oscar.
Film ini juga diperkuat dengan akting para pemainnya yang natural, juga pengambilan gambarnya yang sederhana dan diiringi dengan musik yang indah. Film ini memiliki pesan yang tidak menggurui namun amat sangat melekat ke dalam hati.
Film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton, terutama bersama keluarga. Karena dengan menonton film ini, kita bisa mengerti makna keluarga yang sesungguhnya.
Rating film : 9.5/10
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI