JOHO, WONOGIRI -- Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan dunia yang mengancam generasi muda, terutama balita. Bupati Kabupaten Wonogiri, Joko Sutopo, mencanangkan program "2024 Zero Stunting" yang berisikan harapan pada tahun tersebut prevalensi stunting di Kabupaten Wonogiri mencapai angka nol persen. Hal inilah yang menjadi inspirasi bagi Shahnaz Aisha Abiwardani, mahasiswa teknologi pangan Universitas Diponegoro untuk melaksanakan penyuluhan "Cegah Stunting dengan Pangan Bergizi". Penyuluhan dilakukan selama dua hari pada hari Senin (24/07/2023) di Posyandu Dusun Semen, Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro bersama kader posyandu dan hari Kamis (27/07/2023) di Balai Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro bersama ibu-ibu hamil.
"Pencegahan stunting penting untuk dilakukan sejak bayi berada dalam kandungan sampai 1000 hari pertama anak karena apabila anak terindikasi mengalami stunting, maka dampaknya bisa mempengaruhi tumbuh kembang dan kesehatan anak hingga dewasa," ujar Shahnaz.
Dalam menjalankan programnya, Shahnaz menyampaikan apa itu stunting, ciri-ciri anak stunting, penyebab, dampak, dan berbagai jenis bahan pangan serta zat gizi yang terkandung di dalamnya. Shahnaz memilih untuk menampilkan bahan pangan yang mudah ditemukan di Desa Joho dengan harapan ibu-ibu dapat memahami bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari mengonsumsi bahan pangan yang ada di sekitar mereka.
"Semua materi yang sudah disampaikan oleh mbak-mbak KKN saya harap bisa dilaksanakan oleh ibu-ibu semua," tutur Samrawi, S.Pd. selaku kepala desa pada Kamis (27/07/2023).
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H