Teknologi dalam Penegakan Hukum Berbasis Psikologi dan Psikiatri Kompol Sandy menyoroti peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam analisis perilaku pelaku melalui data digital.
"AI dapat membantu mengidentifikasi pola emosi dan niat seseorang berdasarkan unggahan mereka di media sosial. Ini sangat membantu dalam memprofilkan pelaku secara lebih akurat," ungkapnya.
Selain itu, teknologi juga berperan dalam mendukung korban melalui aplikasi konseling daring.
"Kami melihat potensi besar teknologi dalam menyediakan akses intervensi psikologis secara cepat dan tepat," tambah Kompol Sandy.
Pendekatan psikologis dan psikiatrik, menurut Kompol Sandy, adalah langkah menuju penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga rehabilitasi pelaku dan pemulihan korban.
"Pendekatan ini membantu menciptakan sistem hukum yang lebih manusiawi, efektif, dan berkelanjutan," tutupnya.
Sebelumnya, Kompol Sandy turut mengangkat isu maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), terutama kendaraan listrik. Ia menjelaskan bahwa teknologi digital seperti GPS dapat menjadi solusi dalam mengantisipasi kejahatan ini.
Kendaraan listrik menurutnya sering kali menjadi target karena nilai jual komponen baterainya yang tinggi. Dengan teknologi GPS yang terintegrasi, pelacakan kendaraan dapat dilakukan secara real-time, sehingga memudahkan upaya pemulihan.
Kompol Sandy juga menyarankan penggunaan aplikasi berbasis internet yang memungkinkan pemilik kendaraan memonitor posisi kendaraan mereka.
Teknologi semacam ini kata Kompol Sandy Budiman tidak hanya meningkatkan keamanan tetapi juga memberikan rasa tenang bagi pemilik kendaraan.
Selain itu, ia menyebut bahwa edukasi masyarakat tentang pentingnya teknologi keamanan, seperti kunci pengaman digital atau sistem alarm, perlu digencarkan.**