Kenapa?Â
Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto adalah salah seorang figur yang digadang-gadang bakal maju pada Pilpres 2024 mendatang.Â
Artinya, dalam hal ini Ketua Umum Partai Gerindra tersebut membutuhkan panggung strategis yang bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat tanah air.Â
Dan, posisi Menteri Pertanian akan sangat bisa menjanjikan menjadi panggung politik yang sangat menguntungkan bagi Prabowo guna meraih simpati publik, dan diharapkan lebih mampu mendongkrak elektabilitasnyaÂ
Kenapa demikian?Â
Karena sebagai Menteri Pertanian akan sangat membuka kesempatan bagi Prabowo untuk bisa lebih banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat sipil yang ada di akar rumput.Â
Terlebih, seperti diketahui bahwa mayoritas masyarakat tanah air bekerja di sektor pertanian. Ketimbang posisinya saat ini sebagai Menhan. Meski masih unggul elektabilitas, tetapi persentasenya cenderung terus menurun.Â
Tinggal pertanyaannya sekarang, sejauh mana Prabowo bisa memanfaatkan jabatannya nanti jika benar-benar dirotasi jadi Menteri Pertanian.Â
Seandainya Prabowo mampu menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Menteri Pertanian, termasuk sukses menggarap proyek lumbung pangan nasionalnya. Penulis rasa hal tersebut akan bagus bagi Prabowo secara politis, sekaligus merupakan berita buruk bagi siapapun yang bakal menjadi lawan politiknya kelak di Pilpres 2024.Â
Betapa tidak, saat ini saja modal elekatabilitas Prabowo masih unggul dibanding dengan kandidat-kandidat kuat lain yang digadang-gadang akan menjadi lawan politik dirinya. Sebut saja, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).Â
Apalagi, jika tugasnya sebagai Menteri Pertanian bisa berhasil dengan baik. Tentu akan semakin menambah berat lawan politiknya untuk berhadapan dengan Prabowo.Â