Begini makna hari kemenangan idul fitri 1442 H. Memang benar bahwa hari ini adalah hari kemenangan umat islam seluruh Dunia setelah melaksanakan satu bulan penuh berpuasa Ramadhan.
Mereka yang memperoleh kemenangan (minal faizin) adalah orang-orang yang bebas dari belenggu hawa nafsu, bebas dari budak nafsu, merdeka sebagai jati diri manusia sebagai hamba Allah. Mereka hanya menghamba dalam ibadah kepada Allah Swt. Mereka termasuk orang-orang yang bebas. Kemudian ini juga diungkapkan dalam kalimat (wal faidzin) yang secara bahasa berarti orang-orang yang berbuka. Sumber: nuonline.id.
Sebuah forum atau majelis atau komunitas dimana jika mengadakan musyawarah dimana pun opini atau suara terbanyak dari musyawarah tersebut yang tetap akan digunakan bersama. Dan itu hari kemenangan yang kini rayakan.
Baju baru, sarung baru, peci baru dan semua serba baru sebenarnya itu hanyalah formalitas sebagai simbol bahwa diri ini telah menjalan puasa ramadhan yang mana didalamnya mencakup dari puasa secara keseluruhan baik perbuatan, tindakan, ucapan dan amalan semua ada dibulan ramadhan.
Sehingga atas dasar ini hati telah bersih dari kotoran-kotoran sampah Dunia seperti menggunjing, mengumpat, caci, maki, fitnah dan lain sebagainya. Ini yang harus digaris bawahi dalam memaknai hari kemengan saat idul fitri. Sedang fitri berarti suci atau putih atau bersih.
Hari kemenangan disini yang dimaksud adalah bagi mereka yang mampu menjaga, mengendalikan hawa nafsu baik nafsu amarah maupun nafsu serakah.
Satu bulan penuh dibulan ramadhan syetan dibelenggu, pahala dilipatkan, maghfiroh diberikan, rejeki dimudahkan itu hanya untuk mereka yang punya iman bukan kaleng-kaleng semata. Ini yang dimaksud hari kemenangan buat mereka bukan buat pemilik iman setipis ari yang ketika melihat aroma kolak disantapnya.
Oleh karena itu Rasulullah Saw, para sahabat, tabiin, tabiat, para kyai, para alim dan para Ulama, banyak yang bersedih lantaran bulan penuh berkah ini berlalu pergi berganti bulan. Kenapa?.
Rasulullah Saw dan para sahabatnya ketika akan datang bulan ramadhan, jauh-jauh hari Beliau bersuka cita dengan gembira bahkan ketika masih bulan Rajab pun sudah bergembira.Â
Ketika bulan ramadhan akan berlalu Beliau bersedih bahkan sampai menangisinya lantaran semua godaan bagi umatnya dibuka kembali setelahnya.
Oleh karena itu hari raya nan fitri bermakna hari kemenangan sebab tiada yang tahu umur manusia sampai datangnya bulan ramadhan kembali.Â