Kasus kriminalitas yang terjadi di Indonesia bisa dibilang cukuplah tinggi. Mengingat dengan banyaknya jumlah penduduk pada kota tersebut dan tak seluruh warganya mendapatkan pekerjaan, hal ini lah yang kemudian memicu terjadinya tindak kriminal.
Salah satu tindak kriminal yang paling sering terjadi adalah kasus pencurian motor. Kerap kali ditemukan pada lahan parkiran yang terbuka, seorang pemilik kendaraan kehilangan motornya. Selain itu, para pelaku pencurian ini juga biasa melancarkan aksinya ketika para pengendara lengah. Misalnya saat menghentikan motor di pinggir jalan tanpa mencabut kuncinya.
Pencurian motor yang terjadi sekitar kampus universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Jawa Timur, telah menjadi perhatian pihak kepolisian. Dalam beberapa waktu terakhir, telah terjadi beberapa kasus pencurian motor milik mahasiswa dan polisi Wanita (polwan) yang sedang mengamankan pertandingan sepak bola di stadion Gelora Bangkalan.
Dalam upaya meningkatkan keamanan di kampus, Polres Bangkalan telah mengintensifkan pengamanan di sekitar kampus UTM, tidak hanya di sekitar kampus, melainkan juga ke berbagai indekos mahasiswa di sekitar kampus. Kapolres Bangkalan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Febri Isman Jaya, mengatakan bahwa mereka tidak hanya menerjunkan tim dari Mapolres Bangkalan, akan tetapi juga Polsek Kamal bekerja sama dengan Tim Keamanan Kampus UTM.
Pencurian motor yang terjadi di kampus UTM telah menjadi perhatian masyarakat, dengan sekitar 20 motor hilang dicuri dalam dua bulan terakhir. Aksi demo dilakukan ratusan mapolres Bangkalan juga mengatakan bahwa kasus pencurian dengan pemberatan termasuk kasus yang paling sering ditemukan di wilayahnya, yakni 95 kasus. Berikutnya, kasus pencurian kendaraan bermotor sebanyak 60 kasus, dan diikuti kasus penganiayaan di urutan ke tiga dengan jumlah 49 kasus Mahasiswa di depan Mapolres Bangkalan, menuntut pihak kepolisian memperketat keamanan di sekitar Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Dalam upaya menangkap pelaku, polisi telah menangkap dua pemuda tersangka pencuri motor milik polisi wanita yang sedang melakukan pengamanan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Kedua tersangka itu mengaku sudah beberapa kali membobol kos - kosan sekitar kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mereka tidak hanya mengincar sepeda motor, melainkan juga barang elektronik.
Kedua tersangka ini dikenal sebagai "duet maut" dalam sejumlah kasus pencurian di beberapa tempat kejadian perkara (TKP) yang dilaporkan ke Polres Bangkalan. Mereka ditangkap setelah mencuri motor milik Brigadir Sri Wahyuni, personel Polres Bangkalan yang sedang bertugas mengamankan pertandingan sepak bola.
Hasil penyelidikan pencurian sepeda motor milik polwan itu mengarah pada MS, warga Desa Junganyar. Unit Reskrim Polres Bangkalan lantas menangkap tersangka maling motor itu. "Awalnya saudara MS yang kami tangkap lebih dulu, darinya terungkap bahwa saat beraksi bersama AB, rekannya. Penangkapan pun dilakukan, tersangka tidak berkutik," kata Febri.
Febri mengatakan, ada tujuh lokasi pencurian yang sudah diakui oleh kedua maling itu, termasuk di wilayah UTM dan kota Bangkalan. "Bukan hanya motor, mereka juga mencuri barang elektronik yang mereka temui saat membobol kos-kosan. Kami masih terus dalami, khawatir masih ada tempat kejadian perkara (TKP) lain dari aksinya," ujarnya.
Kedua tersangka pencuri motor itu kini terancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara. Polisi juga terus bekerja memberikan dan menjaga keamanan, serta menegaskan bahwa sejumlah kasus juga berhasil diungkap dalam kurun waktu sebulan ia menjabat.
Kapolres Bangkalan juga berharap adanya Kapolres Baru bisa memperkuat keamanan di Bangkalan. Ia juga meminta agar petugas mengusut tuntas kasus curanmor yang sudah banyak dilaporkan. "Tidak sedikit kasus curanmor yang tidak ada perkembangan hingga saat ini," ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan keamanan, polisi juga telah melakukan mapping dan laporan-laporan yang sudah masuk terus di proses. Mereka juga akan langsung ke UTM dan melakukan diskusi dan mengecek ke sana.
Kasus ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk selalu waspada dan menjaga barang-barang pribadi kita. Selain itu, penting bagi kita untuk melaporkan kejadian pencurian kepada pihak berwajib agar dapat ditindak lanjuti dan pelaku dapat di tangkap. Dengan demikian, kita dapat membantu mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Ada pun tips agar motor tidak dicuri oleh maling, agar motor kamu aman maka harus dilakukan Upaya – Upaya untuk mengamankannya. Tujuannya para pelaku pencurian motor tidak bisa mengambil motormu.
1.Tutup Lubang Kunci dengan Secure Key Shutter (SKS)
Secure Key Shutter (SKS) merupakan sistem penguncian cover magnet dan dilengkapi penutup manual. Penutup ini hanya dapat dibuka jika lubang kunci menyatu dengan kunci utama dari motor yang dipakai.
Saat ini motor dengan pengeluaran terbaru sudah mempunyai SKS. Cara kerjanya adalah apabila SKS diaktifkan, nantinya lubang kunci akan menutup dengan otomatis.
Jika kamu ingin membuka lubangnya, maka gunakan bagian kepala anak kunci. Karena satu-satunya cara agar lubang dapat dibuka adalah dengan bagian anak kunci.
2.Arahkan Kunci Setang Ke Arah Kanan
Apabila kamu ingin meninggalkan motormu, jangan lupa mengunci setang dengan mengarahkan kunci setang ke kanan. Mengarahkan kunci setang ke kanan dapat menjadi pengamanan tambahan di motor kamu.
Pencuri yang ingin membobol kunci atau menghidupkan mesin motor akan kesulitan dan pergerakan ruangnya akan terbatas. Hal tersebut merupakan salah satu cara agar motormu tidak dicuri.
Para pencuri motor juga akan terkecoh dan pergerakannya akan terhambat apabila ingin membobol kunci kontak dengan kunci T. Kunci T merupakan alat yang dapat dipakai untuk membuka baut dan memasang baut di area yang dalam dan sempit.
3.Jangan Tinggalkan Motor di Tempat Terbuka dan Cabut Kunci
Meninggalkan motor di tempat terbuka dan tidak resmi akan membuat motormu menjadi incaran pencuri. Sebaiknya jika ingin meninggalkan motor, titipkan ke tempat parkiran yang resmi atau yang terdapat penjaga parkir.
Jangan lupa mencabut kunci dari kontaknya apabila ingin meninggalkan motor. Jika kamu lupa tidak mencabut kunci, maka para pencuri motor dengan mudah mengambil motormu.
Setelah mencabut kunci motor janganlah disimpan pada tempat-tempat di motor yang mudah diketahui. Hendaknya kamu membawa kunci tersebut dan menyimpannya ke tempat yang lebih aman. Seperti tas, jaket, saku baju atau celana, dan lain sebagainya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H