NARKOTIKA!!!
Miris banget memang kalau kita mendengar pemberitaan tentang barang haram yang satu ini, mulai dari rakyat kecil, artis bahkan pegawai rutan pun bisa terkena barang haram ini. Untuk pencegahan barang yang bisa mematikan ini diperlukan kesadaran dari diri sendiri dan dukungan dari keluarga, masyarakat serta semua pihak.
Berbicara barang yang tidak ada manfaat nya ini membuatku teringat akan masa lalu sepupuku yang sekarang sedang menjalani hukuman di Lapas Cipinang karena barang haram ini. Awalnya dia memakai Narkoba karena ikut-ikutan oleh teman nya lama kelamaan bukan hanya memakai saja tapi dia pun sempat mengedarkan nya, sampai suatu saat tertangkaplah oleh pihak kepolisian dan harus direnggut kebebasan nya selama 5tahun di dalam jeruji besi.
Karena barang haram itulah semua yang dia miliki hilang termasuk keluarga nya, istri dan anaknya menjauh ketika dia berada di dalam tahanan. Tapi tentunya tidak ada sesuatu kejadian tanpa ada hikmahnya. Hikmah dia menjalani kurungan penjara adalah dia lebih memperdalam ilmu agama, yang awalnya shalat aja sering di tinggalkan tapi sekarang di dalam rutan dia bisa menjadi imam dan penghapal Al-Quran, Subhanallah.
Tapi tidak banyak orang yang sadar dan berubah ketika masuk tahanan karena Narkoba, banyak juga yang sering diberitakan bahwa masih ada peredaran barang haram ini di dalam tahanan, miris banget kan. Kok bisa yah di dalam penjara yang notaben nya banyak petugas barang haram itu beredar kembali. Apakah ada permainan juga di dalamnya?
![img-20180927-wa0011-5bac4d866ddcae26655c62e2.jpg](https://assets.kompasiana.com/items/album/2018/09/27/img-20180927-wa0011-5bac4d866ddcae26655c62e2.jpg?t=o&v=770)
- Bandar / Pengedar : 67.003 orang
- Pengguna : 44.845 orang
Jumlah ini merupakan 45,0% dari total seluruh tahanan / narapidana di Indonesia yang berjumlah 248.452 orang. Dalam hal ini BNN juga melakukan kerjasama, antara lain :
- Nota kesepahaman antara BNN dengan Kementerian Hukum dan HAM tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika pada 27 April 2018
- Perjanjian kerjasama antara Deputi Rehabilitasi BNN dengan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham tentang Rehabilitasi Narkotika bagi Tahanan, WBP dan Petugas Pemasyarakatan pada 23 Agustus 2018.
Karena para pengguna Narkotika selain di hokum dengan di masukkan ke dalam lapas mereka juga sebaiknya di rehabilitasi agar kecanduan terhadap barang haram ini dapat terobati. Program Rehabilitasi ada beberapa jenis, yaitu :
Rehabilitasi Medis : penanganan gawat darurat narkotika, detoksifikasi dan terapi simtomatik, terapi komorbiditas dan terapi rumatan -- metadan
Rehabilitasi Sosial : Criminon, therapeutic Community dan Intervensi Singkat.
Pasca Rehabilitasi
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menuju P4GN sendiri antara lain :
- Mencegah / Menangkal masuknya Narkoba ke dalam Lapas / Rutan / Cab. Rutan / LPKA (Supply Reduction).
- Mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di dalam Lapas / Rutan / Cab. Rutan / LPKA.
![instasize-180926105153-5bac4e2ac112fe154c58d2a3.png](https://assets.kompasiana.com/items/album/2018/09/27/instasize-180926105153-5bac4e2ac112fe154c58d2a3.png?t=o&v=770)
Sedangkan Kepala Devisi Pemasyarakatan melakukan :
- Kerjasama dengan Instansi Terkait ( Polisi, BNN, Dinkes )
- Mengaktifkan Satuan Petugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (satgas P4GN).
- Melakukan asistensi dan supervise secara terus menerus.
Tapi sebaiknya kita mencegah daripada mengobati karena dampak dari Narkotika sendiri antara lain : Depresi, Semangat Terus, Halusinasi dan Ketergantungan. Sedangkan langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk pencegahan peredaran Narkotika, yaitu :
- Melakukan penggeledahan / razia / sidak
- Mengoptimalkan peran petugas P2U, pengamanan & intelijen
- Memaksimalkan penjagaan area rawan akses Narkoba
- Membatasi kunjungan bagi penghuni terindikasi pengedar
- Mengoptimalkan Sarana dan Prasarana Keamanan
- Apabila semua sudah dilakukan dengan baik maka akan tercapai target yang di ingingkan, antara lain :
- Terwujudnya Lapas/Rutan/Cab. Rutan/LPKA yang bebas dari peredaran Narkoba dan Handphone di setiap wilayah
- Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab setiap petugas pemasyarakatan dalam pelaksanaan tugas
Terlaksananya program pembinaan dan rehabilitasi bagi narapidana di setiap Lapas/Rutan/Cab. Rutan/LPKA serta tercapainya ketertiban penghuni dalam melaksanakan dan mengikuti setiap program pembinaan yang diselenggarakan.
![instasize-180926110505-5bac4aa8bde57528ed3c26c2.png](https://assets.kompasiana.com/items/album/2018/09/27/instasize-180926110505-5bac4aa8bde57528ed3c26c2.png?t=o&v=770)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI