Mohon tunggu...
Sabrina Yudhistira Jumiranto
Sabrina Yudhistira Jumiranto Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

43223110015 - S1 Akuntansi - Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas Mercu Buana - Pendidikan Anti Korupsi dan Etik UMB - Dosen pengampu Prof. Dr, Apollo, M.Si.Ak

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Diskursus Sigmund Freud dan Fenomena Kejahatan Korupsi di Indonesia

19 November 2024   20:57 Diperbarui: 20 November 2024   09:40 61
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ketika Ego tidak mampu menjalankan fungsi ini dengan baik, individu menjadi lebih rentan untuk melakukan penyimpangan atau tindakan melawan hukum.

How 

Menurut Freud (dalam Suryabrata, 1988, dan Suyanto dkk., 1990), kepribadian manusia terdiri dari tiga elemen utama, yaitu id, ego, dan superego. Ketiga struktur ini bekerja sama dan berperan dalam membentuk pola perilaku serta pengambilan keputusan individu.

Id adalah bagian paling mendasar dari kepribadian manusia yang bersifat biologis dan bawaan sejak lahir. Ia berfungsi sebagai sumber energi psikis yang menggerakkan ego dan superego, serta mengendalikan dorongan dasar seperti lapar, haus, agresi, dan hasrat seksual. Id bekerja berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle) yang membuatnya cenderung menghindari rasa tidak nyaman dan mengejar kenikmatan.

Sebagai sistem yang bekerja di alam bawah sadar, id bersifat impulsif, primitif, dan tidak rasional. Reaksinya muncul melalui refleks, seperti bersin, atau melalui proses primer, seperti membayangkan makanan ketika lapar. Freud menjelaskan bahwa id adalah bagian psikis yang berisi naluri bawaan dan keinginan-keinginan tertekan sebagai dasar pembentukan struktur psikis lainnya. Id tidak dipengaruhi oleh prinsip realitas. 

Menurut Koswara (1991), id adalah sistem kepribadian paling dasar yang bertindak sebagai sumber energi untuk aktivitas lainnya. Selain itu, id juga memiliki kecenderungan destruktif terhadap hambatan yang menghalangi kepuasan, bahkan dapat menyebabkan perilaku merusak diri sendiri jika rasa sakit atau frustrasi terlalu banyak dialami. 

Proses primer yang ada dalam id, seperti berkhayal untuk memenuhi kebutuhan, menjadi dasar bagi fantasi dan kreativitas yang penting dalam pengembangan karya seni dan imajinasi.

Ego adalah komponen dalam kepribadian yang berkembang karena kebutuhan individu untuk berinteraksi dengan kenyataan. Ego beroperasi berdasarkan prinsip kenyataan dan menggunakan proses berpikir rasional untuk merencanakan pemenuhan kebutuhan serta mengevaluasi apakah rencana tersebut berhasil atau tidak.

Ego berfungsi sebagai perantara antara id dan superego, mengelola dorongan dari keduanya. Sebagai komponen pengelola kepribadian, ego bertanggung jawab untuk memilih rangsangan yang harus ditanggapi atau naluri mana yang perlu dipenuhi berdasarkan prioritas, serta menilai apakah kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan mempertimbangkan peluang dan risiko. 

Karena ego tidak memiliki kekuatan sendiri, ia bergantung pada id untuk mendapatkan energi dan berusaha menenangkan dorongan-dorongan id agar lebih realistis dalam pemenuhan kebutuhan.

Ego bertujuan untuk mencapai kenikmatan yang konkret dan mempertahankan keberlanjutan kepribadian dalam dunia nyata, dengan cara menyalurkan dorongan id secara rasional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun