Mohon tunggu...
Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Mohon Tunggu... Administrasi - Pernah bekerja sebagai Jurnalis Radio, Humas Pemerintah, Pustakawan dan sekarang menulis di Kompasiana

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Sisa Cemara di Pantai Gersang

4 November 2018   18:53 Diperbarui: 4 November 2018   20:48 316
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hijau  cemara

Tak berubah warna

Setelah lama dipanggang kemarau

Belum sempat melewati waktu

Ketika hujan datang menyelamatkan rindu

Cemara tak jadi mengering diantara gadis remaja menangis tersedu

Setelah berada di pantai gersang

Bersama lelaki yang pergi dengan garang

Setelah ditolak berhubungan

Gadis mempertahan keperawanan

 

Hijau cemara

Diantara dahan ada sarang Perkutut dalam curiga

Sedang mendekap anak terlidungi dari bahaya

Ketika mendengar gadis remaja menangis pelan

Induk Perkutut dalam cemas yang tertahan

Ingin mengajak anak pergi, tapi belum bisa terbang

Perkutut semakin tak tenang

Gadis menangis tak menyadari Perkutut terusik bimbang

 

Gadis remaja tetap bertahan di bawah cemara

Masih menunggu waktu yang tepat untuk pergi

Batin terasa semakin tersiksa

Perkutut diam agar tak curiga

Tak bergerak bukan terjaga

Tapi terganggu karena gadis remaja

 

Cemara hijau yang tersisa di pantai gersang

Tetap bertahan walau garang matahari memanggang

Telah menyelamatkan gadis remaja 

Setelah ranting cemara ditusukkan ke mata lelaki pemerkosa

Cemara hijau telah menjadi tempat yang aman

Cemara hijau masih memiliki kekuatan

Walau bertahan sendiri di pantai gersang 

Telah melindungi Perkutut yang menetas anaknya dengan tenang

 

Sisa cemara di pantai gersang

Menunggu waktu saatnya tumbang

Ketika abrasi mengikis menerjang.

 

Sungailiat, 4 November 2018

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun