Mohon tunggu...
Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Cinta dan Cita-cita

13 Januari 2017   08:07 Diperbarui: 13 Januari 2017   08:33 1509
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Aku hanyalah pemuda biasa

Ingin mencintai dan memberi cinta

Berbagi suka dan juga duka

Dan menarik diri tuk berbagi kisah

Sang penawar cinta yang tulus untuk si Dia

Dengarkanlah aku bercerita

Singkat kata-katanya

Namun jelas makna dibalik semuanya

Cerita lalu dan cerita kini semuanya ku balut dalam kisah yang indah

dan kuberi arti sebagai penawar  luka

sebab aku lah insan lemah yang tak berdaya

Harkatku sebagai manusiaku rendah

Bagi yang tulus menganggapku tinggi semuanya hanya untuk Allah

Bagi yang angkuh menganggapku sampah, tak apalah karena kepada Allah aku berserah

Hanya yang tulus dapat mengerti daku dari ganasnya fitnah 

Akulah cerita dari segala cerita

Aku bukan awal namun selalu berakhir dari segala kisah

Menangis adalah tawaku bagi dunia

Kecewa adalah kebahagiaanku yang nyata 

Namun cinta adalah piala emasku yang mampu memberiku seribu makna

bercita-cita sejak dini adalah harapan yang selalu ada.

Aku tak sempurna seperti Pencipta

Namun aku sempurna di dalam cinta

Begitu tulus memberikan hati dan rasa

Sehingga mudah semua menyakitiku karena aku tak memiliki apa - apa

Mempermainkanku di dalam kata dan derita

tapi aku tak pernah mendendam karena cinta

Karena cinta selalu kugenggam demi cita - cita

dan selalu kujaga  hingga aku tiada.

Meskipun kisahku abadi dan menjadi sejarah

demi bangsa dan agama

Bermamfaat bagi sesama

Namun aku tak ingin terkenal seperti  para pujangga

Aku hanya ingin terkenal oleh penduduk langit bahwa pemuda sepertiku telah mengukir kisah

Berkarya demi agama

Menebar pesona demi jannah

Dan demi nama cinta, aku tak pernah menyerah dan berusaha

Dunia ini memang untuk manusia yang di hamparkan oleh sang pemilik cinta

Terlalu nihil jika telah tiada berakhir pula kisah

Ukir sejarah dan tebar pesona 

Agar kelak manusia menganggap engkau ada walaupun telah tiada.

Mereka para pahlawan cinta selalu ada

Namun hakikatnya mereka telah tiada

Karena kisah dan sejarah mereka abadi nan indah

Engkau ada karena cinta dan kelak engkau tiada juga karena Cinta 

Cinta sementara hanyalah sandiwara dan berakhir dengan cerita

Cinta yang sebenarnya adalah hakikat manusia mengenal dirinya dan Robb nya

Dan mencoba berusaha untuk menggapai mahligai cinta dari -Nya.

Hadiah terindah bagi manusia pecinta dunia adalah rumah mewah dan harta

Iya hidup seolah tiada akhirnya

Berjuang dan berusaha hingga lupa jati dirinya, hingga diakhir hidupnya menyesal meliputi jiwanya

Kesan terindah bagi Perindu jannah adalah berjuang hanya untuk Allah

Dan mati juga karena Allah

dan insya Allah kelak dinanti didalam syurga. amin

 

Makassar, 12 Januari 2017

puisi ; cinta dan cita-cita

Penulis Rustam. 

sumber : Novel   

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun