Oleh: Mbah Akunge Zaidan
Dalam konteks pendidikan, mengikutsertakan siswa dalam berbagai lomba sesuai dengan potensi yang dimilikinya merupakan salah satu upaya yang sangat positif.
Ada beberapa positive value yang bisa menjadi gizi bagi kemajuannya ke depan.
1. Menghilangkan rasa jenuh akibat rutinitas
Rasa jenuh dapat membuat siswa kurang fokus dalam pembelajaran.Â
Anak yang cerdas membutuhkan banyak variasi dalam kegiatannya.Â
Dia butuh pengayaan yang akan dapat memberi kesegaran bagi fisik dan mentalnya.
2. Lomba dapat memupuk keberanian
Anak yang cerdas juga butuh keberanian dalam merealisasi keunggulan kognisinya.Â
Percuma dia banyak ide kalau hanya tersimpan di pikirannya saja. Cara memotivasi agar siswa belajar berani adalah mengikutsertakan dalam lomba.Â
Pada tahap awal mungkin dengan cara kompetisi (lomba) antar kelompok, atau lomba yang bersifat no one show.
3. Lomba dapat membantu anak mendekati impian
Lomba adalah jembatan emas menuju mimpi, begitu kalimat yang sering penulis ucapkan kepada para guru.Â
Dari event ini siswa akan terpicu untuk mengeksplorasi bakat dan potensi dirinya.Â
Bakat adalah butiran mutiara yang tersimpan dalam diri setiap orang, dan mutiara itu akan membatu jika tak ada yang memolesnya.Â
Tugas guru dan orang tua adalah menjadi tukang poles yang baik agar mutiara itu semakin gemerlap. Dan lomba adalah salah satu sarananya.

Anak harus memiliki rasa optimis dalam melangkah ke depan.Â
Pandangannya harus cerah menatap sekelilingnya tanpa ragu, tidak goyang saat menengadah ke atas dan tidak pula terlena ketika menunduk ke bawah. Itulah ciri orang yang optimis dan percaya diri.Â
Kita harus mampu memberi stimulasi positif bagi cara dia meninjau sesuatu, memberi penguatan yang tepat akan membuat anak lebih visioner dan tidak cengeng.
Lomba merupakan sarana yang tepat sebab di sini anak akan merasakan terbang tinggi saat berhasil meraih kemenangan dan sering pula terbanting mentalnya oleh kekalahan.Â
Biarlah ia mengkombinasikan segala perasaan itu. Tugas anda adalah menjadi penopang yang kuat saat ia hampir jatuh dan menjadi benang atau tali pengendali saat ia terbang. Semoga anak-anak kita selalu menjadi flamboyan dalam setiap penampilannya.
(Bersambung)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI