Mohon tunggu...
Khuriyatul Ainiyah (Bude Ruri)
Khuriyatul Ainiyah (Bude Ruri) Mohon Tunggu... Guru - Guru SD, Penulis buku

Hidup bermanfaat lebih beruntung

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Studi Tiru LAZISNU Kecamatan Singgahan ke Kabupaten Malang

14 Januari 2025   11:35 Diperbarui: 14 Januari 2025   11:35 92
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Studi Tiru  LAZISNU MWCNU yang diikuti oleh Kabupten tuban  dan Kabupaten Probolonggo. Dokpri

Hari ini tanggal 12 Januari 2025 Lazisnu Kecamatan Singgahan mengadakan studi tiru di Lazisnu Kabupaten Malang. Studi ini dilakukan dalam rangka menimba ilmu kepada Lazisnu Kabupaten Malang yang telah berhasil mengumpulkan coin dengan perolehan yang cukup signifikan secara kontinou.

Dalam raundown acara Lazisnu Singgahan menjadualkan selain ngangsu ilmu dengan melakukan studi tiru di LAZISNU Malang sekaligus berziarah  ke makam Gus Dur atau presiden RI  ke 5, juga mampir ke masjid Turen Malang.

Rombongan yang terdiri dari pengurus Lazisnu ranting itu berangkat dengan dua armada bus. Berangkat pada pukul 20.00 WIB atau setelah isya'. Pertama kali rombongan menuju makam Gus Dur. Setelah mengumandangkan doa dan tahlil bersama berikutnya menuju tempat studi tiru yaitu SMP NU Bululawang.

Kami datang bersama 3 rombongan yang berasal dari Lazisnu Kabupaten Probolinggo, Lazisnu  Kecamatan Montong dan Lazisnu dari kecamatan Singgahan. Ketiganya  mempunyai tujuan yang sama yaitu  ngangsu kawruh tentang gerakan koin yang bisa memberdayakan masyarakat sekitar sekaligus memberi banyak manfaat bagi masyarakat luas.

Pada sesi pertama disampaikan dengan materi motivasi dan sanad Gerakan koinisasi yang disampaiakn oleh ketua Lazisnu Kabupaten Malang. Beliau menyampaikan tentang tentang bagaimana membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya bersedekah dan manfaatnya bagi kepentingan umat.

Peserta studi tiru saat tiba di masjid Bululawang Malang. Dokpri
Peserta studi tiru saat tiba di masjid Bululawang Malang. Dokpri

Bahwa Gerakan ini bukanlah gerakan iuran untuk organisasi namun justru memberikan kesempatan bersedekah dengan mudah, murah dan istiqomah.

Mudah karena cukup berinfaq dari rumah dengan memasukkan coin di dalam  kaleng yang berada di rumah sendiri. Murah berarti dalam bersedekah seihlasnya dan semampunya bahkan cukup dengan coin Rp. 500,- atau bahkan 200,- boleh dimasukkan dalam kaleng atau kotak.  Kemudian istiqomah, diharapkan dalam berinfaq dilakukan setiap hari secara istiqomah dan terus menerus.

Begitulah menurut ketua Lazisnu Kabupaten Malang dalam mensosialisasikan  gerakan koinisasi di Kota apel tersebut. Sosialisasi dimaksudkan juga dilakukan kepada tokoh masyarakat juga majlis taklim tanpa terkecuali.

Pada kesempatan berikutnya juga disampaikan tentang bagaimana membangun pondasi gerakan coin yaitu dengan tiga semangat antara lain: Semangat individu, semangat organisasi dan semangat kebersamaa.

 Semangat individu dilakukan bahwa kita masih bermanfaat bagi orang lain, atas dasar lillahi tala kita berkhidmad kepada umat. Semangat organisasi bahwa NU hadir di setiap sisi kehidupan masyarakat. Karena Lazisnu adalah bagian dari NU.

Adapun cara menjaga semangat kebersamaan  bahwa Lazisnu menjadi ruang keluarga bagi banom NU. Jika setiap banom mempunyai kesibukan sendiri, mengatur organisasinya sendiri maka di dalam lazisnu inilah mereka harus bertemu saling sharing dan mendukung antara satu dengan yang lain.

Peserta saat mengadakan wawancara sekaligus ngangsu kawruh Lazisnu Kabupten Malang. Dokpri
Peserta saat mengadakan wawancara sekaligus ngangsu kawruh Lazisnu Kabupten Malang. Dokpri

Pada kesempatan itu pula dijelaskan bahwa Lazisnu mempunyai 5 tangga yaitu tangga ibadah, dakwah, tarbiyah, Konsolidasi dan pentasharufan. Kelima tangga tersebut harus diterapkan dalam menjaga istiqomah pengelolaan coin.    

Kita tahu bahwa saat mengelola coin, tentu banyak kendala dan rintangan bahkan tidak jarang mendegar suara-suara miring terkait coin yang dikelola. Maka dari itu pelaporan dan keterbukaan dalam penyaluran dana harus benar- benar valid dan akuntabel.

Apalagi saat ini Lazisnu telah memcanangkan 5 pilar yaitu Cerdas, Berdaya, Sehat, Damai dan hijau. 5 pilar yang menjadi prioritas dari Lazisnu menjadi tujuan utama. Dalam Penyaluran dana harus benar-benar diterima dan dirasakan oleh masyarakat luas. Misalnya pilar cerdas diperuntukkan kepada anak sekolah yang kurang mampu.

Pilar sehat berupa penyediakan mobil untuk pasien yang kurang mampu. Pilar Damai termasuk meberikan santunan kematian, atau para dhuafa'. Pilar berdaya adalah memberikan modal usaha bagi para pedagang kaki lima, pilar hijau adalah menyalurkan bibit tanaman untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan keluarga.

Demikianlah kunjungan yang kami lakukan saat melakukan styudi tiru di lazisnu Kabulaten Malang. Ada banyak yang harus kami contoh dalam pengelolaan coin di tingkat ranting, sehingga keberadaan Laziznu dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Salam sehat selalu, semoga bermanfaat.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun