Semangat siang Kompasianers... semoga sehat selalu ya.. aaminn..
Dua hari yang lalu tepatnya pada hari minggu tanggal 15/10/2023 saya mengunjungi beberapa situs bersejarah di kota Tangerang, hal tersebut saya lakukan guna ingin berziarah kubur mendoakan para wali Allah dan menambah rasa takut kepada Allah Swt akan datangnya kematian, karena kematian bisa datang kapanpun dan dimanapun. berikut ini salah satu tempat yang saya kunjungi.
1. Masjid Kali pasirÂ
Masjid kalipasir yang berada di Kota Tangerang, Banten, menyimpan sejarah panjang soal syiar Islam di Tangerang. Masjid tersebut merupakan masjid tertua di Kota Tangerang. Usianya kini 445 tahun. Terletak di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Masjid Jami Kalipasir berdiri di tengah-tengah permukiman warga. Masjid itu memiliki warna krem di dinding luarnya dan didominasi warna putih di bagian dalam. Gentingnya berwarna hijau. Masjid Jami Kalipasir dibangun oleh Ki Tengger Djati dan diperluas oleh Pangeran Kuripan. Â Masjid Kali Pasir adalah masjid tertua di Kota Tangerang peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari.
Pada saat saya datang ke lokasi tersebut menggunakan motor bisa lewat gang yang berada persis di sebelah kiri. Oiyaa.. jika tidak tahu gang nya bisa bertanya dengan abang-abang yang jualan di pinggir jalan yaa.. sepengetahuan saya ketika masuk gang tersebut tinggal lurus dan nanti bertemu dengan pos siskamling tinggal belok kiri, nanti langsung bertemu dengan gangnya. jika membawa mobil bisa langsung parkir persis di jalan dekat jembatan Cisadane. Â
Saat di dalam lokasi masjid tersebut jika mau jajan atau mengopi sejenak bisa langsung ke mang Ade, Warungnya ada persis di samping masjid Kalipasir, beliau ketua karang taruna di lokasi tersebut, orangnya ramah dan baik bisa di ajak mengobrol juga sambil ngopi, jika sudah merasa lelahnya selesai. bisa langsung berziarah ke makam, tapi sebelumnya harus wudhu dulu ya untuk menjaga kesucian. di dalam Makam tersebut ada makam Hj. Murtafiah masih keturunan KH.Asnawi Caringin, pendiri pondok pesantren perempuan pertama di pulau Jawa
2. Petilasan Raden Surya Kencana
Perjalanan selanjutnya saya ke tempat petilasan Raden Surya Kencana.  apa itu Petilasan?  Petilasan adalah istilah yang diambil dari bahasa Jawa (kata dasar "telas" atau bekas) yang menunjuk pada suatu tempat yang pernah disinggahi atau didiami oleh seseorang (yang penting). Petilasan Raden Surya Kencana yang berlokasi  Jl. KS Tubun No. 43 RT. 01 RW. 03, Koang Jaya, RT.004/RW.004, Ps. Baru, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15112 tepatnya di dalam area Wihara Boen San Bio.Â
Raden Surya Kencana juga diketahui sebagai pangeran keturunan Kerajaan Pajajaran Bogor.
Salah satu tempat yang menyimpan petilasan Raden Surya Kencana adalah Klenteng Boen San Bio, yang diletakkan di dalam altarnya.
Klenteng ini memiliki 14 altar, di mana dari altar utama hingga ke taman cinta kasih dapat dijumpai ornamen patung Dewi Kwan Im. Tak jauh dari patung-patung tersebut, dijumpai altar bertuliskan ‘Keramat Mbah Raden Surya Kencana’.
Dalam perjalanan dakwahnya ke Jakarta dan Tangerang untuk menyebarkan Islam, saat berdakwah Raden Surya Kencana sering beristirahat tak jauh dari Klenteng, yaitu di bawah pohon ambon di tepi Sungai Cisadane.
Baca selengkapnya di:
lokasinya strategis persis di samping jalan utama bisa langsung ke dalam parkiran, jika ada yang ingin mengunjunginya biasa nya petugas parkir atau petugas lainnya akan menanyakan berasal dari mana bisa datang ke makam Raden Surya kencana, karena saya kebetulan keturunan  dari Mbah Samiun, keturunan mbah Samiun dari istri nyai Keroncong. asal Mula penamaan Desa Keroncong-  Jatiuwung, mbah Samiun juga mempunya istri yang bernama Nyi Ranci yang berasal dari Tiongkok yang konon menurut cerita orangtua saat berkumpulnya reuni akbar di gedung pertemuan Jatake yang juga di hadiri Bapak Ismet Iskandar merupakan cikal bakal Cina Benteng di Kota Tangerang.
Hikmah yang bisa di ambil dalam perjalanan ini.Â
1. Menambah keimanan kepada Allah Swt
2. Cinta kepada IndonesiaÂ
3. Hubbul Wattan Minal Iman
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI