Ada tiga dari enam orang diterbangkan ke Jakarta yang tidak tergolong sebagai tersangka. Samsul Bahri, ajudan Nurdin. Irfan, supir Edhy. Dan Nuryadi, supir Agung.
Dalam pencidukan ini KPK mengamankan uang sejumlah Rp 2 miliar yang diduga akan diberikan oleh Agung untuk Nurdin melalui Edhy Rahmat.
Dari kontraktor lain, pertengahan Pebruari 2021 lalu Nurdin juga diberi uang Rp 1 miliar lewat Samsul Bahri. Jadi dalam "bulan cinta" itu dua kali sudah Nurdin menerima duit.
Bukan hanya sampai di situ, Nurdin juga pernah menerima uang lainnya. Yaitu pada akhir tahun 2020 lalu sebesar Rp 200 juta.
Ternyata pandemi tidak mengubah perilaku seorang pejabat untuk berbuat baik. Seperti halnya Bansos yang ditilep oleh mantan Menteri Sosial Juliari Batubara yang juga sempat heboh belum lama ini.
Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.Â
Zaeunur Rohman, seorang peneliti Pusat Kajian Antikorupsi UGM Yogyakarta, mengatakan korupsi yang dilakukan pada masa pandemi ini sangat melukai hati rakyat.
Dalam keterangannya kepada para wartawan, isteri Nurdin, Liestiaty, mengatakan bahwa suaminya didatangi petugas KPK untuk dimintai keterangan karena ada staf suaminya yang menerima dana.
Paradoks sekali.Â
Dalam bukunya berjudul "Nurdin Abdullah Act Locally Think Globally", penulisnya, Fahruddin, menyebut-nyebut jika NA merupakan bupati tercerdas se Indonesia.
Nurdin Abdullah tercatat memangku jabatan Bupati selama dua periode, 2008-2013 dan 2013-2018.