Dua kali, pria lebih banyak ketimbang wanita. Lebih dua kali, pria lebih dominan lagi.
Di usia, ternyata mereka yang nokturia berusia antara 51 sampai 71 tahun.
Lebih menarik lagi jika diadakan penelitian lebih lanjut. Seperti apa yang diungkapkan oleh Harrina Rahardjo, seorang Staf Medis di Departemen Urologi FKUI/RSCM. Dalam konferensi pers yang digelar pada Jum'at (18/12/2020) berjudul "Nokturia dan Nokturnal Euresis".
Harrina menyebutkan perlu diketahui lebih lanjut berapa liter air yang diminum oleh seseorang dalam waktu 3x24 jam misalnya, berapa cc urin yang dikeluarkan setiap kali mereka berkemih.
Jenis gangguan tidur lainnya selain sering buang air kecil adalah alergi atau kesulitan bernafas, sedang sakit umpamanya sakit sendi atau sakit pinggang.
Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan efek samping, nokturia ini. Mengapa wanita hamil mengalami nokturia?
Hal itu dapat dijelaskan karena semakin membesarnya rahim maka itu akan mengakibatkan tekanan kepada kandung kemih. Nah, tekanan inilah yang menyebabkan wanita hamil nokturia.
Entah darimana datangnya, untuk mencegah terbangun di malam hari di saat waktu tidur, saya sering membuang, alias menghabiskan urin sebelum tidur. Dan upaya itu memang berhasil, tidak terganggu ingin berkemih di waktu tidur.
Tetapi masih ada gangguan lain. Berandai-andai, gangguan itu karena diserang dan digigit nyamuk, atau ada tiba-tiba suara yang mengagetkan, dan karena kedinginan akibat hujan yang turun.
Kebetulan, sejumlah sumber yang saya baca, memang untuk mencegah nokturia itu adalah salah satunya dengan buang air kecil sebelum tidur.
Anjuran lainnya adalah jangan mengonsumsi alkohol atau minuman yang mengandung kafein. Karena menurut mereka, alkohol dapat mendorong urin untuk keluar. Sedangkan kafein oleh sesuatu sebab bisa menyebabkan tubuh tidak dapat mengontrol laju urin.