Di tengah-tengah publik sedang fokus puasa dan hiruk pikuk berita-berita penghitungan suara Pemilu 2019 yang belum tuntas, serta ada pihak yang mengklaim menang berdasarkan internal.
Sejumlah pihak juga menuding telah terjadi kecurangan-kecurangan dalam penghitungan suara di beberapa wilayah.
Sampai juga viral tentang makar yang didalangi beberapa elit politik. Maka, viral penangkapan Hermawan Susanto "penggal kepala Jokowi" menjadi berita mengejutkan baru.
Menanggapi hal itu, TKN Jokowi menghimbau jangan ada pihak yang memancing di air keruh. Yang memprovokasi dan memanas-manasi. Jubir TKN Ace Hasan Syadzily, Minggu (12/5/2019) meminta BPN jangan membuat panas para suporternya untuk menambah kebencian kepada kubu Jokowi.
Soal hasil pemilu, menurut Ace, kita harus bersabar menunggu tanggal 22 Mei, jangan memanas-manasi apalagi ini bulan Ramadhan.
"Jangan memanas-manasi dan menghasut rakyat," ujarnya.
Ace juga mengapresiasi polisi yang bergerak cepat menciduk HS. Harus diadili sesuai UU yang berlaku agar berefek jera.
"Tak boleh melampiaskan kebencian," kata Ace.
Apalagi kata-kata ini diucapkan di bulan Ramadhan dan diucapkan oleh seorang yang mengaku beragama. "Demi Allah" dsb. " Jelas itu penuh kebencian," ujarnya lagi.
Dari BPN, jubir Dahnil Anzar mengomentari dia harus ditindak. Tapi Dahnil pula mengungkit kasus lain dimana seorang remaja yang menyebutkan Jokowi sebagai bedinde nya. Selain ini, diungkap pula oleh Dahnil tentang Nathan yang akan membunuh Fadli Zon.
Dalam Twitternya, Dahnil bercuit "Apakah mereka juga diperlakukan sama dan ditangkap?"