Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... Lainnya - dibuang sayang

Ngopi dulu ☕

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

KASN: 90 Persen Kementerian Melakukan Jual Beli Jabatan

5 April 2019   06:00 Diperbarui: 5 April 2019   06:29 305
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketua KASN, Sofian Effendi (kicaunews.com)

Sejak tertangkap dan terungkapnya kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama yang melibatkan Romahurmuziy sebagai Ketua Umum PPP dan anggota Komisi IX DPR RI, juga Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik Muafaq Wirahadi serta Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin mendapat tanggapan dari berbagai pihak dan kalangan. 

Salah satunya tanggapan dari Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Prof. Sofian Effendi. Menurut Sofian Effendi, 90 persen Kementerian melakukan jual beli jabatan.

Menurutnya, hanya 10 persen saja di tingkat daerah, termasuk DKI Jakarta yang bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

Kendati KASN tak mempunyai bukti otentik, tarif jual beli jabatan di DKI marak dan harganya bakal membuat kita terkejut.

Hal tersebut dikarenakan laporan jual beli jabatan di ibukota lebih sepi dibandingkan provinsi-provinsi lainnya.

Ia berharap ke depannya ada kerjasama dengan KPK untuk gamblang mengungkap isu tersebut.

Jabatan yang dijual di daerah mulai dari kepala sekolah, camat atau lurah hingga kepala dinas. Menurut Sofian Effendi.

Untuk daerah-daerah tertentu yang dipimpin oleh profil yang baik hanya sekitar sepuluh persen saja yang sesuai prosedur pengangkatan jabatan, katanya.

Efendi mencontohkan Yogyakarta yang dipimpin Haryadi Suyuti, Surabaya yang dipimpin oleh Tri Rismaharini, dan Banyuwangi oleh Azwar Anas.

Kasus lain bisa terjadi seorang dokter atau sarjana yang ingin ditempatkan di pulau Jawa dengan alasan di pulau Jawa lebih menguntungkan dari segi ekonomi dan lainnya. KKN itu namanya.

Pernyataan KASN tersebut yang menyebutkan bahwa 90 persen Kementerian melakukan jual beli jabatan ditolak oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. 

Menpan RB membantah tudingan yang dilontarkan KASN 90 persen kementerian  terjadi jual beli jabatan. Menurut Syafruddin, kalau pun ada, jumlahnya sangat sedikit.

"Kalau pun ada paling sepuluh persen," kata Syafruddin Kamis (4/4/2019) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. Menpan RB yang juga menjabat Wakil Ketum Dewan Masjid Indonesia saat itu sedang menghadiri Muktamar Pemuda Islam.

KASN menyebutkan di tingkat pusat memang relatif bersih, tapi di daerah yang bersih cuma sepuluh persen, sisanya terjadi jual beli jabatan.

Sofian pernah ditanya Presiden Jokowi mengenai dugaan terjadinya jual beli jabatan di lembaga dan kementerian.

Menurut Sofian, ia tidak berani menduga-duga, cuma mengatakan lebih dari separuhnya.

Benarkah pernyataan KASN Sofian Effendi itu bahwa 90 persen kementerian dan lembaga melakukan jual beli jabatan.

Atau bantahan Menpan RB yang benar, yang mengatakan: kalau pun ada paling sepuluh persen saja? Apa yang harus dilakukan kalau sudah begini?

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun