"Dengan pengalamannya, kami berharap Riekerink dapat menjadi sosok yang tepat mengangkat performa tim di paruh musim kedua," kata Ardian.
Klub terakhir yang ditangani pria kelahiran Hengelo, Belanda, 22 Pebruari 1963 (59) itu Iskenderuspor.
Riekerink sukses mengantarkan klub Turki itu promosi ke Liga 2.
Merunut ke belakang, pada musim 2019-2021 Riekerink menangani klub tersohor Afrika Selatan FC Cape Town City.Â
Pada 2018/2019 dia menjadi tukang di klub Berbeda, SC Heerenveen.
Dia mulai berkiprah di klub raksasa Turki, Galatasaray, sebagai manajer, sejak 2015. Pada waktu itu anak buahnya adalah Wesley Sneijder dan Lukas Podolski.
Riekerink mengantarkan Galatasaray menjuarai Turkish Super Cup dan Turkish Cup.
Setelah menangani klub terakhir yang diasuhnya yaitu Iskenderuspor seperti yang disebutkan di atas, Riekerink menganggur.
Nah, di saat itulah dia didekati oleh manajemen Dewa United.
Tren manajer asal Eropa sedang menjamur di Liga 1 BRI. Saat ini sudah ada nama-nama seperti Fabio Araujo di Madura United, Bernardo Tavares di PSM Makassar, Andre Gaspar di Borneo FC, Thomas Doll di Persija Jakarta, dan Luis Milla di Persib Bandung.
Dengan banyaknya manajer asal benua biru itu diharapkan kualitas Liga 1 Indonesia dapat semakin meningkat, dapat mentransfer ilmu.