Ketika kita mendengar kata Lombok, pikiran kita pasti terasosiasi pada 2 hal. Pertama, Lombok yang merupakan nama pulau di Nusa Tenggara Barat. Kedua, Lombok yang berarti cabai dalam bahasa Jawa. Pada tulisan kali ini saya akan membahas Lombok yang pertama, Lombok yang berupa pulau. Tak puas sampai situ, mari kita breakdown lebih dalam. Ketika mendengar Pulau Lombok apa yang terlintas dipikiran kalian? Pasti yang menjadi top of mind adalah pantai, angin semilir, pemandangan bawah laut yang luar biasa indahnya. Tapi tunggu, saya tidak akan membahas sisi Lombok yang ini, mari kita coba telaah sisi indah Lombok yang lainnya.
Untuk yang belum pernah mengunjungi Lombok, kiranya hal-hal tadilah yang akan muncul di pikiran. Padahal tak hanya itu, Lombok punya banyak daya tarik, terlebih lagi saat bulan Ramadhan seperti ini. Tahukah kalian kalau Lombok itu selain terkenal dengan keindahan pantainya, ia juga termasyur dengan pesona seribu masjidnya. Ya, di Lombok terhampar masjid-masjid dan semuanya terbangun dengan begitu indahnya. Coba bayangkan bagaimana suasana Ramadhan di pulau yang punya seribu masjid? pasti sangat meneduhkan.
Ketika saya berada di Lombok, ambience Islami sungguh sangat terasa. Disepanjang jalan banyak sekali masjid mudah ditemukan. Ketika sudah waktu sholat, suara adzan bergemuruh saling bersahutan bagai mengajak kita untuk meramaikan barisan sholat. Di pinggir jalan ramai orang berjalan untuk menunaikan panggilan Tuhan. Sayangnya saya berada di sana pada waktu bulan biasa, bukan pada saat Ramadhan, saya kemudian membayangkan jika saya berada di sana saat Ramadhan, oh begitu indahnya. Ramai masjid melantunkan ayat indah alquran, masjid akan menjadi pusat kegiatan pemuda, riuh rendah suasana buka bersama di masjid, tarawih yang meriah, dan sebagainya. Tak kurang kultum yang syarat dengan ilmu di setiap masjid yang dikunjungi.
Daya tarik lainnya dari masjid ini adalah adanya menara setinggi 99 meter menjulang di depannya. Saya tak sempat masuk kesana tapi menurut tour guide tadi, 99 meter melambangkan 99 nama Allah dan tak hanya itu, di sekitarnya terdapat  menara-menara yang lebih kecil disekitarnya yang melambangkan rukun Iman. Saat disana, saya menyempatkan diri untuk sholat zuhur. Ketika masuk saya terpana akan interiornya yang sangat megah, terdapat tulisan tulisan arab dengan ukuran besar. Masjid ini terdiri dari 4 lantai dan sangat luas ! Katanya bisa menampung sampai belasan ribu jamaah, WOW ! Jika kalian berkunjung pada malam hari, kubah masjid yang bermotif kain tradisional ini akan dihujani cahaya warna-warni, semakin membuat betah untuk berlama-lama di masjid ini.
Jika sudah lelah dan sudah waktunya berbuka puasa, kalian haruslah mencoba untuk menikmati kuliner sate. Beberapa hari saya di Lombok, saya sudah menemukan 3 kuliner sate yang berbeda yakni Sate Bulayak, Sate Pusut dan yang terakhir adalah Sate Rembiga. Namun, dari 3 sate tersebut saya merekomendasikan menu Sate Rembiga untuk dijadikan menu berbuka puasa. Sate sapi empuk dengan bumbu meresap bercita rasa manis cocok dimakan setelah seharian berpuasa. Di Lombok sendiri, Sate Rembiga adalah makanan yang harus dicoba ketika kita berada disana. Warung Sate Rembiga tak pernah sepi, selalu ramai pembeli ketika malam hari tiba.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H