Siapa yang tidak mengenal Einstein si manusia jenius ini.
Buku ini mengulas perjalanan karir Einstein dengan fokus tulisan ilmiahnya yang sangat jenius yang dipublikasikannya pada tahun 1905.Â
Namun justru dia mempertanyakan dan meragukan  pikirannya sendiri dengan menghasilkan konstanta tambahan agar teori terdahulunya sesuai dengan bukti di alam bahwa  ada dinamika alam semesta yang terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Pada kenyataannya konstanta karya Einstein ini tidak diperlukan karena data ilmiah yang muncul setelah dia mempublikasikan pemikiran ilmiahnya padfa tahun 1905 itu ternyata sejalan dengan persamaan yang dibuatnya terdahulu  tanpa harus ada konstanta tambahan.
Kesalahan terbesar Einstein memang bukan terletak pada konstanta yang dibuatnya namun menyangkut ketidak mampuannya menggeser pikirannya untuk mendukung data yang kini dikenal dengan Quantum Age.
Penulis: Â Rachel Ignotofsky
Data empiris di lapangan memang menunjukkan bahwa memang tampaknya kaum wanita kurang tertarik dalam bidang sains terutama dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics).
Buku ini mengulas sekaligus menguak rahasia ketertarikan 50 wanita ternama dalam bidang sains.  Walaupun sebagian dari wanita yang diulas dalam buku ini ada yang mungkin anda belum ketahui, namun paling tidak dapat menginspirasi kita semua  bahwa prestasi wanita tidak kalah dengan pria dalam bidang sains.
Banyak hal yang menginspirasi kita yang muncul jika kita membaca buku ini dan tentunya pengalaman wanita wanita ini dapat kita gunakan untuk menumbuhkan minat wanita berkiprah dalam bidang sains.