Mohon tunggu...
Roisul
Roisul Mohon Tunggu... Guru - Kunjungi tulisan saya yang lain di roisulhaq.blogspot.com saat ini sedang menjadi Guru demi mendidik, mencerdaskan anak bangsa.

Menulis tak harus menunggu galau~

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Mas Menteri, AKM Itu Tabu... Sedang Siswa Kita Masih Halu...

26 Januari 2021   10:28 Diperbarui: 26 Januari 2021   11:13 442
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Siswa saat mengerjakan soal Ujian. sumber; Detik.com

Coba kita tes di sini 

soal literasi AKM (1) | dokpri
soal literasi AKM (1) | dokpri
Lanjutan soal (2) | dokpri
Lanjutan soal (2) | dokpri
Sekedar informasi saja itu tidak semua saya masukkan soalnya, ada sekitar 4 gambar lagi untuk satu soal,

Sekarang rekan-rekan kompasianer berfikir jika kita diberi soal sepanjang itu, pasti yang ada di pikiran kita yah panjang sekali.

Jadi, menurut saya memaksa siswa membaca dengan cara ini kurang elegan, justru malah dengan soal yang over seperti ini semakin membuat minat baca semakin menurun.

APA BUKTINYA MINAT BACA TURUN???

Saya akan mencoba memberikan buktinya. 

Saya membuat sebuah kuis, nah untuk membuka kuis tersebut siswa harus memasukkan password, password-nya saya heading 1 menjadi besar seklai,, oke seperti ini, dengan harapan anak-anak dapat membaca secara jelas infonya.

password mencolok dengan font yang besar sekali, dan tidak banyak sesuatu yang siswa baca. | dokpri
password mencolok dengan font yang besar sekali, dan tidak banyak sesuatu yang siswa baca. | dokpri
Dan,,, hasilnya .....

banyak siswa yang bertanya | dokpri
banyak siswa yang bertanya | dokpri
OK, dari sini bolehkan saya mengambil kesimpulan bahwa literasi siswa masih lemah. Tulisan sebesar itu apakah tidak terbaca oleh Kompasianer???

Dan semisal saya ada di posisi pemerintah pasti juga akan membuat kesimpulan yang sama, tapi bedanya saya orang yang berinteraksi langsung dengan objek penelitian. Jadi minimal saya tidak salah dalam mengambil kesimpulan. 

Ibarat kata mereka diberi makan sedikit, tidak habis. Apakah kita akan memberikan porsi yang lebih banyak atau dengan kata lain memaksa mereka untuk makan sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan apa kira-kira yang menjadi penghambatnya???

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun