Di sini kedua peneliti tersebut sangat bersemangat memberikan penjelasan kepada kami, mulai dari proses menetaskan telur dengan mesin penetas, memelihara, dan memanen sampai dengan memasarkan ayam KUB. Kami juga diberi penjelasan tentang kandang yang baik dan pakan ayam KUB yang sehat.
Wabup Ndara Tanggu dan juga kami sangat serius mendengarkan penjelasan kedua peneliti tersebut. Kami juga tidak merasa malu bertanya untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap.
Jali, sapaan akrab Jali A Sujadi ini, menyambut kami dengan penuh semangat dan santun. Ia memperbolehkan kami untuk melihat kandang ayamnya yang menampung 500 ekor ayam petelur KUB. Ia juga memberikan penjelasan seperlunya sesuai yang kami tanyakan kepadanya.
Cukup lama kami berada di tempat ini. Dari sini, kami diajak untuk mengunjungi peternakan kambing dan setelah itu kami diajak pula untuk melihat secara langsung keluarga-keluarga miskin yang diberi bantuan ayam KUB oleh BPTP di wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Setiap keluarga miskin ini diberi bantuan 50 ekor ayam KUB beserta subsidi pakan, sebagai stimulan untuk mengentaskan mereka dari kemiskinannya.
Sesuai pengamatan kami ada yang berhasil dan ada juga yang kurang berhasil. Mereka yang kurang berhasil atau gagal disebabkan oleh ketidakmampuan menyediakan bahan pakan ternak ayam setelah stok subsidi sudah selesai.
Dari peternak milineal ayam KUB yang berhasil di Desa Aik Bukak tadi, Totok dan Jhon, mengajak kami ke peternakan kambing milik PT Sadhara Arifnusa di Sikur Kabupaten Lombok Timur. Di sini kami disambut hangat oleh Mustawirya, salah satu staf di perusahaan tersebut. Ia sangat ahli tentang cara memelihara kambing yang baik dan benar.
Di peternakan ini, Wabup Ndara Tanggu dan kami belajar bagaimana memelihara kambing yang baik dan benar. Mustawiryawan memberikan penjelasan panjang lebar namun rinci kepada kami. Mulai dari pemilihan jenis bibit, pemeliharan, pembuatan kandang, ketersedian pakan, sampai dengan pemasarannya. Â Mustawiryawan juga menyampaikan program kepedulian perusahaannya kepada keluarga miskin yang memberikan kredit lunak beternak kambing untuk mengentaskan kemiskinan keluarga miskin tersebut.
Dari penjelasan demi penjelasan yang disampaikan Mustawiryawan tersebut, Ndara Tanggu dan kami bukan saja cukup mengerti bagaimana memelihara kambing yang baik dan benar. Tapi juga memperoleh masukan yang sangat berarti terkait urgensi, untung dan ruginya mengembangkan kambing etawa. Apalagi jika diperuntukkan bagi keluarga miskin.