Untuk mewujudkan regenerasi petani, tidak cukup jika sekadar ide dan semboyan saja. Tapi diperlukan terobosan nyata melalui kebijakan holistik dari pemerintah. Misalnya, para penyuluh pertanian perlu ditingkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilannya serta diperhatikan kesejahteraannya, supaya mereka mempunyai kompetensi dan bergairah untuk melakukan pembinaan kepada orang-orang muda di pedesaan dalam rangka menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri untuk bertani.
Sebagai negara agraris, pemerintah juga perlu mengevaluasi dan membenahi pendidikan pertanian baik pada tingkat SMK maupun perguruan tinggi. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan untuk mendorong kurikulum sistem pendidikan nasional supaya memasukkan dan memperkenalkan sektor pertanian mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Supaya sejak dini orang-orang muda kita menyadari bahwa keberlangsungan hidupnya sangat tergantung dari sektor pertanian.
Disamping itu, pemerintah juga perlu mendesain berbagai program dan kegiatan pembinaan dan pemberdayaan di sektor pertanian yang mengarusutamakan para orang muda atau petani muda, seperti diklat atau bimtek, magang, studi banding dan promosi yang terkait dengan sektor pertanian.
Pemerintah juga perlu melakukan kerjasama multipihak, misalnya dengan lembaga swasta dan lembaga keuangan, yang memungkinkan para orang muda, terutama para sarjana pertanian, untuk bertani, menggerakkan usaha tani dan usaha-usaha pengelolaan hasil-hasil usaha tani. Dengan demikian kita mengharapkan para sarjana pertanian dan sarjana bidang ilmu lainnya dapat terpikat untuk kembali ke pedesaan untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya.
Dengan sedikit gambaran tentang kebijakan holistik yang perlu dilakukan oleh pemerintah di atas dalam rangka regenerasi petani, maka kita bisa optimis bahwa orang-orang muda akan bersemangat, tertarik, berniat  dan mencintai sektor pertanian. Mereka akan bergairah melakukan usaha tani dan pada gilirannya bangga menjadi petani.
Dan menjadi petani memang harus bangga. Karena hanya petanilah yang dapat menyiapkan, menghasilkan dan memberi makan kepada masyarakat dunia. ***
Penulis adalah Pemerhati Sosial Politik tinggal di Sumba Barat Daya
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H