Mohon tunggu...
Nurfitri Rodhiyati Saputri
Nurfitri Rodhiyati Saputri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi universitas Muhammadiyah surakarta, program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Mahasiswi, suka buku

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Hidup adalah seni

6 Januari 2025   22:34 Diperbarui: 11 Januari 2025   08:58 34
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

    Hidup adalah seni. Seni dalam memaafkan, seni dalam tumbuh dan seni dalam berkembang. Jika hidup dibagaikan seperti seni, berarti seseorang akan menerima rasa sakit dengan senang hati, tanpa mengutuk takdir. Sering kali kita mendengar bahwa pelukis bisa menciptakan karya ketika dia dalam keadaan terburuk. Hal ini mengatakan, bahwa seni mengajarkan sesuatu buruk tidak perlu menghasilkan yang buruk juga. Biarkan perasaan itu mengalir bagaikan air. Hingga setiap perasaan itu tidak mengendap dihati. Tapi kebanyakan para pengelana hidup, tidak mengerti arti kehidupan sendiri. Mereka mendefinisikan kehidupan hanya dari kejamnya dunia. Padahal kehidupan mengajarkan arti yang sangat luas. Jika karya terbaik terlahir dari rasa sakit. Maka kehidupan terbaik tercipta dari sesaknya penderitaan. Kamu akan belajar arti kehidupan, ketika kamu tetap memilih untuk bertahan. Hidup memang kejam, ketika kamu hanya memilih untuk mengeluh. Hidup akan terlihat hampa, ketika kamu hanya memikih diam. Hidup akan terlihat busuk, ketika kamu memilih kabur. Tapi sebaliknya, hidup akan terlihat indah, ketika kamu memilih untuk berjuang, ketika kamu memilih untuk berubah. Dan itulah seni, sesuatu yang hanya bisa dirasakan dengan perasaan tapi bisa menghasilkan sebuah mahakarya.

      Setiap pengalaman, Keputusan, dan Tindakan kita adalah bagian dari sebuah karya yang kita ciptakan tiap hari. Layaknya seni, hidup membutuhkan kreativitas, keberanian untuk bereksperimen dan kemampuan untuk menemujkan keindahan bahkan dalam kekacauan. Setiap orang menorehkan wana, corak, pola, garis  dalam cerita kehidupan yang mereka ukir. Kadan kita m embuat kesalahan, kegagalan, tapi dari situlah kita berproses, belajar dan berkembang. Seni kehidupan adalah menerima ketidaksempurnaan, menciptakan harmoni dari tantangan, dan merangkai keimdahan dari setiap memen-momen kecil yang kau ukir sehari-hari. Setiap hari bagaikan kanvas kosong, dan setiap pilihan adalah sapuan kuas. Da warna -warna cerah dari setiap kebahagian, ada warna gelap dari setiap kesedihan, dan ada juga gradasi lembut dari setiap harapan cinta. Seni hidup adalah kemampuan kita dalam menyatukan semuanya menjadi satu mahakarya yang indah, yang bisa menjadi kisah dari setiap perjalan hidup. Apa makna seni hidup bagimu? Apa warna hidupmu hari ini?

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun