Gubernur A Hok hanya mengirimkan sms kepada Menteri PU agar si kontraktor ditindak-lanjuti. Menurut A Hok Menteri PU Basuki seorang pejabat yang enak diajak berdiskusi dan gesit. Tanda mulai robohnya dinding ego sektoral.
Ahok tidak menyebut nama kontraktor yang nekat menjebol tanggul sepanjang 315 meter. Menyedihkan bahwa hukum di Indonesia begitu tidak pasti, sehingga seorang Gubernur harus merahasiakan nama kontraktor yang dinilainya “brengsek”.
Gubernur Ahok: Iklan rokok kita bongkar begitu pajaknya selesai
Gubernur A Hok sangat bersunguh-sungguh dalam upayanya menghentikan kerusakan bangsa oleh rokok. A Hok meminta pejabat DKI untuk tidak merokok di ruang kerja dan lingkungan tempat dia bekerja. A Hok tidak bersedia menyediakan ruang khusus merokok.
CCTV bekerja aktif diseluruh ruang di Balai Kota memantau pegawai DKI yang merokok. Merokok di ruangan kerja, maka tunjangan kerja daerah mereka akan dicabut.
Gubernur A Hok meneruskan usahanya mengurangi bahaya merokok bagi kesehatan terutama kesehatan anak dengan mengeluarkan Pergub no 1 tahun 2015. Pergub tentang Larangan Peyelenggaraan Reklame Rokok dan Produk Tembakau di Media Luar Ruang.
26 Januari 2015 adalah hari yang:
Produktif bagi Gubernur A Hok
Hari yang baik bagi penduduk DKI
Contoh kepemimpinan yang bekerja dan berorientasi “Sejahterakan penduduk DKI”
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H