Mohon tunggu...
Rizky AdiFirmansyah
Rizky AdiFirmansyah Mohon Tunggu... Akuntan - Mahasiswa Universitas Mercu Buana

55522120038 - Magister Akuntansi - Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Dosen Pengampu : Apollo, Prof.Dr, M.Si.AK - Pajak Internasional/Pemeriksaan Pajak

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Diskursus Arendt Pada Fenomena Pajak International dan Kondisi Manusia

5 Juli 2024   17:30 Diperbarui: 5 Juli 2024   17:30 33
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pandora Papers dan Paradise Papers yang diungkap cukup menghebohkan dunia. Hal itu terjadi lantara menyeret nama - nama orang penting di seluruh dunia, tidak terkecuali dari Indonesia. Nama pejabat bermunculan dalam informasi ini, dan masyarakat heboh karna berfikir bahwa bagaiamana peran pemerintah bisa menanggulangi hal ini. Hal ini sangat beresiko karan bisa terindikasi kerap dimanfaatkan untuk kepentingan seperti pengelabuhan pajak (tax evasion), korupsi ataupun tindak pidana pencucian uang. Indonesia sendiri memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 Tahun 2018 tentang penerapan prinsip mengenali penerima manfaat untuk mencegah tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan terorisme, yang mana aturan ini dinilai masih memiliki beberapa kelemahan., diantaranya :

1. Tidak adanya pengecekan profil terkait nama yang didaftarkan sebagai pemilik manfaat utama dari sebuah korporasi (beneficial owner - BO). Sehingga masih mungkin nama yang didaftarkan sebagai BO merupakan bukan pemilik manfaat utama yang sebenarnya, dan tidak ada hukuman yang spesifik untuk hal tersebut. Absennya hukuman di dalam perpres BO juga mirip dengan dengan aturan dalam pengampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau lebih dikenal penyamaian LHKPN. Absennya sanki dalam aturan tersebut tentu saja  bisa menimbulkan penyelenggara negara asal-asalan dalam penyampaian LHKPNnya. 

2. Aturan tersebut (Perpres) tersebut gagal menjangkau sampai ke perusahaan yang didirikan orang Indonesia di Luar negeri. Kompleksitas yang melibatkan skema transaksi keuangan lintas negara bisa dijadikan pertimbangan. 

Arendt, dengan nama lengkap Hannah Arendt yang merupakan seorang Filsuf politik , seorang penulis, dan juga penyintas Holokaus. Menurut Wikipedia, Arendt lahir di Linden yang kemudia menjadi distrik Hanover, pada tahun 1906 dari keluarga Yahudi. Pada usia tiga tahun, keluarganya pindah ke Konigsberg, ibu kota Prusia Timur, agar sifilis ayahnya dapat diobati. Ia berfilsafat di bawah Martin Heidegger di Universitas Marburg, dan lama menjalin hubungan romantik yang sporadis denganya. Arendt dihalangi ketika ia ingin menyusun tulisan habitasi, karya tulis sesudah penulisan disertasi yang merupakan prasyarat untuk mengajar di Universitas Jerman. Bannyak tulisanya yang berpusat pada pengukuhan konsepsi tentang kebebasan yang sinonim dengan aksi politik kolektif.

Soal PPT dari dosen
Soal PPT dari dosen

Sepertinya ada hubungan amat erat antara kebijaksanaan, filsafat, dan nasihat yang baik; sehingga memisahkan ketiganya adalah perkara keingintahuan saja dan sesungguhnya tidak bermanfaat. Filsafat adalah kebijaksanaan yang terbatas, nasihat yang baik adalah penyampaian kebijaksanaan kuno untuk mengatur kehidupan hanya terdiri dari beberapa ajaran, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan, dan manusia jauh lebih baik menerima ajaran yang sederhana sebab semakin terpelajar mereka, semakin kurang waspada mereka untuk berprilaku baik. Kebijakan yang jelas dan sederhana berubah menjadi ilmu yang kalam dan rumit, kita diajarkan untuk berselisih pendapat alih-alih untuk hidup. Apabila suatu kejahatan masih sederhana, obat yang sederhana sudah cukup untuk menyembuhkannya, tetapi begitu kejahatan telah mengakar dan menyebar, kita harus membasminya dengan obat yang lebih kuat. Ada perangai manusia yang cenderung langsung menerima hal-hal baik yang didengar tetapi mereka masih membutuhkan rangsangan berupa teguran dan ajaran. Kita gesit dan berani dalam beberapa hal, tetapi lamban dalam hal-hal lain. Kita tidak bisa memasung satu sifat atau membebaskan sifat lain, kecuali dengan menghilangkan penyebabnya, yaitu kekaguman palsu dan ketakutan palsu. 

Soal dari PPT Dosen
Soal dari PPT Dosen

Setiap manusia mengetahui kewajibannya terhadap negara, sahabat-sahabat, dan tamu-tamunya. Akan tetapi, ketika dia harus bertarung dengan pedang demi salah satunya, atau harus bekerja keras bagi salah satunya, dia mendapati diri terombang ambing antara rasa cemas dan sukacita. Dia tahu betul telah menyakiti istrinya dengan memiliki perempuan simpanannya, tetapi dia dikuasai oleh nafsu birahi sehingga nasihat yang baik saja tida cukup baginya kecuali kita dapat memusnahkan hal yang menghalangi manfaat nasihat itu. Seseorang yang memenuhi tugas-tugasnya tidak mungkin bisa melakukanya secara konstan atau selalu sama, jika dai tidak tahu mengapa dia melakukanya. Apabila alasanya hanya karena kebetulan atau kebiasaan, dia yang bekerja dengan baik karena kebetulan saja dapat bekerja dengan buruk. Lebih jauh lagi, sebuah ajaran dapat mengarahkan kita kepada yang seharusnya dilakukan tetapi tidak memberi tahu kita cara melakukanya, sebuah hiburan yang mahal dapat menjadi kemewahan berlebih atau kerakusan, tetapi bisa juga menjadi sumber kehormatan dan kearifan.

Tiberius Caesar mendapat persembahan seekor ikan belanak berukuran sangat besar kemudia dia kirimkan ika itu ke pasar untuk dijual. Dia berkata kepada beberapa orang yang sedang bersamanya, "sekarang kalian akan melihat Apicius atau Octavius yang membeli ikan ini". Octavius membeli ikan itu dengan harga tertinggi. Ada perbedaan antara Octavius , yang membeli ikan itu sebagai barang mmewah untuk dirinya sendiri, dan orang lain yang membelinya untuk dipersembahkan sebagai hadia untuk Tiberius. Ajaran tak dapat bekerja, seandainya kita belum pernah diajari harus berpendapat apa tentang suatu persoalan mulai dari kemiskinan, kekayaan, aib, penyakit, pengasingan, dan lain- lain. Maka, marilah kita memeriksa semua persoalan itu satu per satu, bukan sekedar sebutanya, melainkan apa makna sesungguhnya. Begitu pula dengan kebijakan, tidak ada gunanya menjunjung tinggi kehati- hatian ketabahan, kesederhanaan, dan keadilan jika kita pertama - tama tidak mengetahui apa sesungguhnya kebajikan itu, apakah dia satu atau banyak, apakah orang yang memiliki salah satunya berarti memiliki semuanya atau adakah perbedaan di antara kesemuanya.

Ajaran memiliki bobot yang sangat besar. Akan tetapi sedikit ajaran yang berguna akan lebih bermanfaat bagi kita untuk hidup bahagia daripada banyak nasihat yang tak kita ketahui di mana harus mencarinya. Ajaran bermanfaat ini harus menjadi renungan harian kita, sebab dialah aturan yang harus dijadikan contoh untuk kehidupan kita. Ketika ajaran itu tertuang dalam kalimat- kalimat, dia menggugah perasaan kita, sedangkan teguran ibarat meniupkan bara yang menggerakkan semangat pikiran dan merangsang kebajikan. Kebajikan itu telah ada dalam diri kita, tetapi kita tidak tahu di mana letaknya. Oleh ajaranlah pemahaman kita dipupuk dan ditumbuhkan, kehati-hatian dan keadilan dituntun olehnya, dan diajaran membimbing kita dalam melaksanakan tugas- tugas kita.

Sebuah ajaran yang disampaikan melalui sajak lebih besar pengaruhnya dari pada disampaikan melalui prosa. Orang - orang yang punya sifat tak pernah puas, seandainya mendengar kalimat tajam yang mengancam keserakahan, apakah akan bertepuk tangan dan kagum akan ajaran itu serta langsung memusuhi uang? segera setelah kita dapat menyentuh perasaan orang lain, kita harus melanjutkan ajaran itu, bukan melalui silogisme atau kecerdasan, melainkan melalui akad yang jelas serta berbobot kita juga harus melakukanya dengan kebaikan dan rasa hormat, sebab "ada keberkahan dalam nasihat dan percakapan yang terarah pada kebaikan si pendengar". Dan, ajaran - ajaran paling manjur adalah yang mengandung akal sehat, yang memberi tahu kita mengapa harus melakukan ini atau itu, juga apa yang harus kita perbuat. Sebab beberapa orang lemah pemahamanya dan memerlukan guru untuk menjelaskan kepada mereka perihal yang baik dan yang buruk.

Mengasihi, memberi, dan menuruti nasihat yang baik adalah kebijakan besar, jika itu tidak menuntun kita pada kejujuran, setidaknya dia mendorong kita ke sana. Layaknya beberapa bagian membentuk suatu satu kesatuan yang harmonis, dan musik paling indah tercipta dari bunyi- bunyian yang sangat berbeda, begitu pula dengan orang bijak yang mengumpulkan banyak sikap, banyak ajaran, serta contoh - contoh dari banyak pengetahuan untuk memperkaya kehidupannya. Para pendahulu kita telah memberi tugas untuk menghindari tiga perkara: kebencian, iri hati, dan sikap tak menghormati. Sulit untuk menghindari iri hati, dan sikap tak menghormati, karena, apabila kita terlalu berhati- hati untuk tidak mengambil hak orang lain, sering kali kitalah yang justru diinjak - injak. Beberapa orang takut kepada orang lain karena ada kemungkinan orang pun takut pada mereka, tetapi, marilah kita mengamankan diri dari segala sisi, pujian sama berbahayanya dengan penghinaan. Ketika kita ditegur, janganlah berkata aku sudah tahu tentang ini, karena kita memang mengetahui banyak hal, tetapi kita tidak selalu memikirkanya. Itulah peran seseorang pengawas, bukan hanya mengajar tetapi juga mengingatkan kita akan tugas - tugas kita. Terkadang seseorang luput melihat hal yang berada sangat dekat denganya, mungkin dia ceroboh, atau berpura-pura tidak melihat. Kita semua tahu bahwa persahabatan adalah jalinan suci, tetapi kita tetap menodainya, dan orang yang paling gemar berbuat tak senonoh berharap bisa menjalani kehidupan yang bersih.

Nasihat yang baik adalah pemberian paling bermanfaat yang bisa kita persembahkan bagi umat manusia. Apabila kita memberikan nasihat baik kepada banyak orang, nasihat itu akan menguntungkan bagi sebagian orang. Dalam banyak cobaan, beberapa orang diantaranya pasti berhasil menjalaninya. orang yang mampu menguasai diri sendiri telah melakukan perbuatan besar, kebijaksanaan tidak memperlihatkan wujudnya dalam ajaran, melainkan dalam kehidupan, dalam keteguhan pirikiran, dan penguasaan nafsuy. Kebijaksanaan mengajarkan kita bertindak dan juga berbicara, membuat ucapan dan perbuatan kita selaras. Ibarat buah yang tersa paling lezat apabila berasal dari pohon yang kita tanam sendiri, demikianlah betapa besar kegembiraan yang bisa kita tuai dari semakin bertambanhnya perilaku baik yang kita bentuk sendiri. Salah satu pertanda kebijaknsanaan paling jelas adalah orang yang selalu menjadi dirinya sendiri. Ada orang yang berhemat dalam urusan makan sehari - hari, tetapi boros untuk bangun rumahnya, boros bagi diri sendiri, tetapi kikir bagi orang lai, pelit dirumah sendiri, tetapi royal di luar rumah. Kesenjangan ini sangat buruk, , dia berasal dari jiwa yang tidak puas dan resah, sedangkan orang bijak hidup berdasarkan aturan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun