Mohon tunggu...
Riza Ahmad Ibrahim
Riza Ahmad Ibrahim Mohon Tunggu... Tenaga Kesehatan - Optometrist

swimmer calistener musisian bloger

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Aku dan Pria Misterius

9 April 2023   21:37 Diperbarui: 10 April 2023   17:51 232
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jiwa buas seringkali tersembunyi pada tiap orang. Api yang tersimpan adakalanya meledak bagai bomb waktu. Iblis yang ditanam di masa lampau merenggut jiwa dari sang pemiliknya sehingga menciptakan monster sangat buas. Monster itu menujukan taringnya untuk mengahancurkan segala bentuk penindasan. Dendam yang telah lama terkubur begitu menyakitkan baginya untuk terulang kembali. Adakalanya jiwa itu tercipta untuk memperoleh kekuatan yang sebenarnya.  

Malam itu, seorang gadis yang akan hendak pulang kerja dari kantornya sedang menunggu datangnya taxi. Pesanan taxi yang begitu lama dan jalanan sepi tersebut menjadi sebuah sarang iblis yang berkeliaran. Benar saja ada seorang pria dengan niat jahatnya dengan membawa dan menodongkan sebuah senjata tajam kepada gadis tersebut. Begal itu turun dari motor lalu merampas tas dan dompet isi gadis itu. Lantas seorang gadis tersebut berteriak meminta pertolongan, dan saat itu suasana sedang sepi seolah tidak ada orang sekalipun yang mendengarnya. 

Sang begal berhasil melarikan diri dan membawa rampasan dengan motornya menuju jalanan yang penerangannya kurang. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak pada begal tersebut. "Bruakkkk" pukulan keras itu menghantam begal tersebut dan terpental dari motornya. Begal tersebut berteriak memohon ampun seolah dihajar tiada ampun oleh seseorang. Bunyi nyaring meminta ampunan seolah makin keras dan hilang sekejap keberadaannya. 

Gadis korban begalpun menunjukan rasa penasaran terhadap suara tersebut, jalannya mengendap-ngendap dengan berlinang air mata sehingga dia menghampiri suara ke jalanan gelap itu. Benar saja, begal itu terkapar berlumuran darah tak sadarkan diri. 

Gadis itu melihat begal yang sedang terkapar, lalu perlahan melihat ke arah depannya yang nampak gelap melihat sosok pria dengan tampang buruk dan besar seperti monster. Pria misterius itu maju menampakan wujudnya kepada gadis tersebut. Sosok kejamnya itu ditunjukkan dengan melempar potongan tangan yang memegang hasil rampasan dari begal itu kepada gadis. "Huaaaaaa" sontak saja gadis itu menjerit histeris melihat penampakan seperti itu.

Mobil patroli polisi yang sedang berjaga kebetulan melawati jalan tersebut, lalu polisi itu menghampiri suara jeritan gadis itu. Senjata api dikeluarkan dari saku oleh kedua polisi tersebut, diarahkanlah pistol itu ke orang pria misterius tersebut. "Jangan melawan!! Angkat kedua tangan mu!" perintah polisi terhadap pria tersebut. "Bahahaha" pria tersebut malah tertawa menghiraukan perintahhya. Pria misterius tersebut melarikan diri menggunakan motor yang dipakai begal tadi. 

Peluru ditembakkan ke arah pria tadi, namun peluru tersebut tak mampu menembus badan pria misterius itu. Badannya seperti lapisan baja yang sulit ditembus. Pria misterius tersebut mengendarai motor dengan kecepatan tinggi sehingga sulit untuk dikejar. Kedua polisi tersebut segera mengevakuasi gadis korban begal yang pisan tersebut dan segera melaporkan ke anggota lainnya untuk melakukan pengejaran. "Meyedey meydey, pria berbadan besar dan buruk melakukan kekerasan dan melarikan diri menggunakan motor," lapor polisi melalui telepon radio di mobilnya. "Laporan diterima!" sahut polisi lainnya melalui sambungan telepon radio.

Seluruh polisi yang berpatroli pada malam itu dikerahkan semua untuk melakukan pengejaran terhadap pria misterius itu. Malam itu, seluruh sirine mobil patroli polisi dinyalakan menciptakan suasana pengejaran menjadi menegangkan. Polisi yang sedang menjaga di daerah tebing pegunungan melihat pria misterius yang sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan oleh polisi yang menyelamatkan gadis tadi. Mobil patroli pun tancap gas untuk mengejar pria misterius tersebut.

Kejar-kejaran dengan pria tesebut sangat sulit karena kondisi jalan yang sangat curam dan kabut yang menyelimuti daerah tersebut. Tak lama kemudian pria misterius tersebut mengalami nasib naas, sehingga motor yang dikendarainya terjun ke jurang dan tergelincir beberapa meter hingga motornya meledak. Semua polisi bergegas ke tempat pria misterius itu terjatuh bersama rasa takut yang menyelimutinya. Setelah ditemukan tempat akhir kecelakaan, polisi tersebut tidak menemukan pria tersebut secara utuh maupun jasad.

Pria misterius tersebut tidak ditemukkan dan menjadi buronan dan perhatian bagi kepolisian setempat. Polisi pun gagal meringkus pria misterius. Menurut polisi yang memergoki pria misterius, anehnya hanya menyerang seorang pria yang terkapar saja. Pria misterius tidak berniat untuk menyerang polisi dan gadis.  

Jauh dari tempat kecelakaan pria misterius mulai sempoyongan lalu melarikan diri ke daerah pegunungan. Tubuhnya yang kekar dan besar mulai menyusut tampak kehilangan kesadaran dari tubuhnya. Pria misterius tersebut memegang kedua kepalanya sambil membenturkan ke pohon yang disekitarnya seraya tampak kebingungan. "Ada apa dengan tubuhku ini, keluarlah sialan!" teriakan menggelegarnya. Tubuh yang mulai kehabisan tenaganya seolah melemahkan tubuh pria misterius. Teror malam berakhir cukup mencekam dan membuat pria misterius tersebut kelelahan.

Sinar mentari menyinari pagi nan cerah, diselimuti embun pagi dan udara segar di pegunungan. Aku pun membuka kedua mata di tengah semak-semak rumput pagi. Aku mengerutkan dahiku dan melihat keadaan sekitar sudah berbeda dari tempat tidurku. "Lhoo apa tidur ku sudah usai?" aku bertanya pada diri sendiri atas kebingunganku sendiri. Aku pun masih terheran kenapa tiba-tiba ada di tempat ini. Aku pun melihat kedua tanganku yang berlumuran darah yang entah darimana asalnya. Rasa cemas mulai menghampiriku. "Apa yang telah aku perbuat selama ini? Adikku, apakah kamu selamat?" aku bertanya pada diri sendiri. Kemudian aku melihat sekitar dan alam sekitar "Dimana aku? Ko bisa sampai sejauh ini? Apa aku tersesat? Heiiiii tolong aku!" aku pun berteriak seraya kebingungan.

Semalam aku terlelap tidur di samping adikku. Mimpi buruk itu seolah terulang kembali pada kehidupan nyataku. Aku begitu trauma keadaan yang telah terjadi padaku. Kehidupanku seringkali dilanda kesialan yang begitu amat menyakitkan.

Waktu dalam kandungan sang ibu, seakan-akan kemunculanku bagaikan kutukan untuk ayahku. Ia tidak menginginkan kelahiranku dan kehadiranku, tapi kasih sayang sang ibu hanya bertahan sebentar hingga aku berusia 5 tahun karena ia mengidap radang selaput otak yang pada akhirnya meninggal dunia. Selebihnya hanya penderitaan dan penyiksaan oleh sang ayah kepadaku. Memori yang begitu kejam yang pernah dialami oleh ku hingga saat ini rasanya mimpi itu tidak layak untuk diingat.

Akhir-akhir ini memori yang telah lampau memakan jiwaku. Aku tidak pernah ingat kejadian yang sering aku lakukan akhir-akhir ini. Trauma masa kecil seolah mengganggu kehipanku dan meruksak bagian jiwaku. Terkadang aku tidak menyadari tubuh ini seringkali bertindak di luar kendali. Adakalanya semua orang yang aku cintai lebih baik menjauh daripada harus berdekatan denganku. Penyiksaan yang kualami selama ini menjadi sebuah bentuk penolakan atas kendali tubuhku ini. 

Aku selalu berperang terhadap jiwaku yang kacau ini. Bayangan yang menemaniku selalu mejadi sumber kekuatanku. Entah kenapa tiap kali aku meminta pertolongan padanya rasa yang tersiksa ini selalu memberikan kepuasan terhadap penyiksaan. "Ada apa dengan ku? Tolong aku! Siapapun! Tolong! Aku tersesat di hutan ini" aku bertanya pada diri sendiri dengan kecemasan dan keanehan yang kualami setelah bangun tidur.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun