Masa Simpan:Silase memiliki masa simpan yang cukup panjang. Selama proses fermentasi, silase dapat bertahan antara 3-4 minggu, dan setelah fermentasi, bisa bertahan hingga 8 minggu tanpa mengalami kerusakan. Silase yang dibuat dengan baik dan disimpan dalam silo atau drum plastik yang kedap udara bahkan bisa bertahan hingga 2-3 tahun.
Kadar Bahan Kering:Silase dengan kadar bahan kering yang lebih tinggi dapat memperpanjang masa simpan.
Cara Membuat Silase:
1.Perbandingan Hijauan dan Aditif:Campurkan hijauan dengan aditif dalam perbandingan sekitar 15:1. Misalnya, campurkan 15 kg hijauan rumput dengan 1 kg bekatul. Jika bekatul tidak tersedia, bisa digantikan dengan tetes, dedak, onggok, atau jagung.
 Â
2.Persiapan Hijauan:Potong atau cacah hijauan rumput atau daun, hamparkan di atas plastik, taburkan bekatul, dan aduk rata. Simpan campuran ini dalam drum plastik, padatkan, dan tutup rapat dengan plastik untuk memastikan kondisi kedap udara. Biarkan campuran ini selama 3 minggu (sekitar 21 hari).
3. Pemberian pada Ternak:Setelah 3 minggu, silase sudah siap untuk digunakan. Namun, penting untuk mengangin-anginkan silase terlebih dahulu untuk menghilangkan bau asam sebelum diberikan kepada ternak. Berikan secara bertahap agar ternak dapat beradaptasi dengan pakan baru.
Ciri-ciri Silase yang Baik:
Warna:Hijau kekuningan, mendekati warna asli hijauan segar. Warna hitam menunjukkan adanya kebocoran udara dan pembusukan.
pH: Antara 3,8-4,2.
Tekstu: Lembut dan tidak mengeluarkan air ketika dikepal.
Kadar Air:Sekitar 60-70%.
Bau:Asam segar.
Dengan metode pengawetan seperti silase, peternak dapat memanfaatkan hijauan pakan lebih lama, terutama selama musim kemarau ketika pakan segar sulit didapat.
2. Hay
Teknologi Pembuatan Hay:
Hay adalah alternatif pengawetan hijauan yang memiliki masa simpan yang lebih singkat dibandingkan silase, yaitu sekitar 5-6 minggu. Hay dibuat dengan mengeringkan hijauan di bawah sinar matahari atau menggunakan rak jemur.