Buku ini diterjemahkan menjadi Pori-Armenias. Buku ini berisikan keterangan terkait bahasa, yang dimana di dalamnya meliputi pembahasan proposisi dan bagian-bagian lainnya. Tokoh yang kemudian melatarbelakangi penerjemahan buku ini ialah Ibn al-Muqaffa', kemudian dilanjutkan oleh Ishaq bin Hunein/Hunain bin Ishaq yang juga meringkasnya---Selain itu, juga ada Al-Farabi yang juga mengambil peran dalam menguraikan isi buku tersebut.
3.Prior analytic (Urain Pertama)
Buku ini berisikan tentang pembahasan qiyas (silogisme). Tokoh yang kemudian melatarbelakangi penerjemahan buku ini ialah Ibn al-Muqaffa', yang kemudian dijelaskan oleh al-Kindi, Abu Bisyr, Mattius, al-Farabi, dan al-Jurjani.
4.Posterior analytics (Uraian Kedua)
Buku ini berisikan pembahasan tentang cara pembuktian ilmiah (method of scientific demonstration). Tokoh dibalik penerjemahaman buku ini ialah Mattius bin Yunus, kemudian oleh Ishaq bin Hunein/Hunain bin Ishaq yang diterjemahkan dari bahasa Suriani, juga Al-Kindi yang kemudian memberikan komentarnya terhadap buku tersebut, dan kemudian dilanjutkan juga oleh Al-Farabi.
5.Topics
Buku ini membahas kias dialektika dan pemikiran dari hal-hal yang belum pasti (dialectical syllogism and reasoning from probabilities). Tokoh yang kemudian dibalik penerjemahan buku ini yang dari bahasa Suriani ialah Yahya bin Adiy dan Abu Usman ad-Dimasyqi---Kemudian dilanjutkan oleh Al-Farabi yang membuat buku ikhtisar tersebut dengan ditambahkan ulasan-ulasan atau kritikan-kritikan di dalamnya.
6.De Sophisticis Elenchis (Kesalahan-kesalahan Sofistis)
Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi Al-Hikmah al-Munawahah (Filsafat yang Menipu). Dalam buku ini memuat pembahasan kesalahan-kesalahan kaum sofis, penolakan terhadap kaum sofis dan pemecahan masalah dalam menghadapi kaum sofis. Tokoh yang kemudian yang melatarbelakangi terjemahan buku ini ialah Ishaq bin Hunein/Hunain bin Ishaq, yang juga kemudian ditafsirkan oleh Al-Farabi.
Selain dari buku-buku yang telah disebutkam di atas, oleh kaum muslimin menyebutkan terdapat dua buku lagi yang juga masuk dalam pembahasan logika, yaitu buku Rhetorica (Pidato) dan Poetica (Syair). Buku pertama diterjemahkan oleh Ishaq bin Hunein/Hunain bin Ishaq, yang kemudian oleh Al-Farabi diberikan ulasan terhadap buku tersebut, sedangkan buku kedua juga diterjemahkan oleh Ishaq bin Hunein/Hunain bin Ishaq.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI