Mohon tunggu...
Risang Rimbatmaja
Risang Rimbatmaja Mohon Tunggu... Freelancer - Teman kucing-kucing

Full time part timer | Fasilitator kampung | Sedang terus belajar bergaul

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Main Bola Lawan Virus Corona

24 April 2020   15:21 Diperbarui: 24 April 2020   15:40 53
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Atau tukang pasang poster pertandingan supaya nonton (seperti saya. Hiks). Atau yang bawa air, handuk atau pijat-pijat (Tapi untuk siapa? Wong tak ada pemain).

Kebanyakan kita bukan pemain.

Orang-orang masih kumpul-kumpul, kita diam saja. Tidak kita hadapi. Tidak ditempel (dalam jarak aman). Tidak ada penjagaan wilayah (zonal marking). Tidak ada penjagaan orang ke orang (man to man marking). Tackling? Apalagi.

Tidak ada yang jadi kapten yang mengatur apa yang harus kita lakukan sebagai tim agar orang-orang yang abai segera balik badan ke rumah. Tidak ada striker yang menyerang pentolan-pentolan di kampung yang disegani.

Adanya penonton. Memang, kata orang, penonton itu pemain ke-12. Konon berpengaruh. Tapi kalau pemain benernya cuma 1 (tenaga Kesehatan), apa gunanya pemain ke-12?

Sampai berapa lama lagi penjaga gawang bias bertahan?

---------------------------------

* Ada yang protes: Polisi kan sudah turun tangan. Betul! Mereka itu pemain beneran. Tapi terbatas di pertandingan yang mentereng. Semacam kelas final atau antara klub-klub yang moncer. Tapi pada lebih banyak pertandingan-pertandingan, apalagi kelas tarkam (antar kampung) yang ada di mana-mana, tidak ada pemain dari sisi kita.

Atau kalau pertandingan di kampung, polisi itu wasit atau penjaga garis. Angkat bendera, priit. Bola sudah keluar garis. Tapi di dalam lapangan (kampung) orang-orang abai itu main semena-mena.

** Tulisan ini hanya menganologikan perilaku sehari-hari orang-orang di kampung saya dengan sepakbola. Tidak bermaksud merendahkan kontribusi bermakna semua pihak yang bermain di jalurnya masing-masing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun