Metode Memabaca Al-Quran
C. Â Metode Tilawah
Makna tilawah awalnya adalah mengikuti (tabi'a atau ittaba'a) secara langsung dengan tanpa pemisah, yang secara khusus berarti mengikuti kitab-kitab Allah, baik dengan cara qira'ah merupakan salah satu keterampilan dalam membaca Al Quran dengan alunan suara yang merdu. (intelektual) atau menjalankan apa yang terkandung di dalamnyaÂ
Secara lebih singkatnya, metode tilawah dapat diartikan sebagai cara membaca al quran dengan bacaan yang baik dan indah sesuai dengan kaidah atau aturannya yang bersifat spiritual atau aktifitas membaca yang diikuti komitmen dan kehendak untuk mengikuti apa yang dibaca dengan disertai sikap ketaatan dan pengagungan.Â
Oleh karena itu, dalam Al-Qur'an kata tilawah lebih sering digunakan daripada kata qira'ah dalam konteks tugas para rasul 'alaihimussalam. Syaikh Ibnu Utsaimin dalam kitabnya Majalis Syahri Ramadlan menguraikan cakupan makna tilawah ke dalam dua macam :
1.Tilawah Hukmiyah, yaitu membenarkan segala informasi Al Qur'an danmenerapkan segala ketetapan hukumnya dengan cara menunaikan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan- laranganNya.
2.Tilawah Lafdziyah, yaitu membacanya. Inilah yang keutamaannya diterangkan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dalam hadits Bukhari:
Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al- Qur'an dan yang mengajarkannya
D. Â Berikut ini merupakan irama dalam membaca al-qur'an
1. Bayyati merupakan jenis irama lagu yang bergerak lambat. Bayyati memiliki empat tingkatan nada yaitu bayyati asli qoror, bayyati asli nawa, bayyati husaini nawa, bayyati asli jawab, dan bayyati asli jawabul jawab, dan bayyati syuri jawabul jawab.
2. Shoba merupakan salah satu irama membaca Al-Qur'an yang terdengar ringan, namun hentakannya cepat. Lantunannya halus, lembut dan terkesan sendu. Shoba terdiri dari empat level, yakni a) shoba ashli, b.) Shoba mahur, c.) Shoba bastanjar dan d) shoba mangal ajam.