Dikutip dari Detik.com (19/10/2018), Indonesia menempati urutan kedua penyumbang buang air besar (BAB) sembarangan terbanyak di dunia, atau satu peringkat di bawah India.Â
Hal tersebut diketahui dari data UNICEF pada tahun 2012 yang menyebut 1,1 miliar orang di dunia masih BAB sembarangan, di mana Indonesia menyumbang 63 juta orang di antaranya.
Berikut daftar 5 negara dengan populasi BAB sembarangan paling besar menurut data tersebut:
- India (626 juta)
- Indonesia (63 juta)
- Pakistan (40 juta)
- Etiopia (38 juta)
- Nigeria (34 juta)
______________________
Miris dan jijik. Coba Anda bayangkan jika sebanyak 63 juta orang penduduk Indonesia BAB di sembarang tempat setiap harinya, bagaimana jadinya lingkungan tempat mereka tinggal? Dan bagaimana bau tak sedap berisi penyakit itu menguap mencemari udara?
Misalkan penduduk suatu desa BAB di ruang terbuka seperti di pekarangan belakang rumah, tentu lingkungan tersebut sudah tidak higienis lagi dan sangat rentan dengan berbagai macam penyakit. Lalat yang terbang lalu lalang kesana-kemari akan membawa dan menularkan berbagai macam penyakit dari kotoran manusia.
Demikian juga bau tak sedap membuat suasana lingkungan menjadi tidak nyaman untuk ditinggali. Segarnya udara pedesaan dirusak oleh bau tinja yang sangat menjanjikan.

Penduduk yang rumahnya di atas laut di pinggir pantai juga rata-rata BAB langsung ke laut. Ini sungguh sebuah pemandangan yang sangat tidak elok dan sangat menjijikkan, baik ketika air laut sedang surut atau pasang.
Kajian Unicef di Indonesia menyebutkan sekitar 88 persen kematian anak akibat diare disebabkan oleh sanitasi dan perilaku kebersihan yang buruk. Negara mengalami kerugian sebesar 56,7 triliun per tahun akibat kondisi sanitasi yang buruk.
Saya pikir data dan kajian Unicef ini sangat-sangat serius dan pemerintah harus segera meresponnya sesegera mungkin dengan kampanye "Jagalah Kesehatan Diri dan Lingkungan Dengan Tidak BAB Sembarangan!"
Masalah BAB sembarangan ini saya pikir menyangkut 2 hal, yaitu masalah kebiasaan buruk yang sudah menjadi budaya dan masalah fasilitas yang belum tersedia.
Untuk itu pemerintah khususnya di kecamatan hingga ke desa-desa, RT dan RW harus gencar melakukan penyuluhan kepada masyarakatnya akan pentingnya budaya hidup sehat khususnya dengan tidak BAB sembarangan.Â
Bila perlu pemerintah daerah harus membuat Peraturan Bupati (Perbub) yang mengatur tentang masalah Mandi-Cuci-Kakus (MCK) yang memuat: anggaran pengadaan fasilitas WC umum, penyuluhan/pengawasan dan sanksi-sanksi yang jelas bila orang masih BAB disembarang tempat.
Pemerintah juga harus mengatur masalah kebersihan dan penggunaan air sungai dan danau agar tetap terjaga dan bebas dari kotoran manusia sehingga sehat dan nyaman untuk dipakai untuk mandi atau mencuci pakaian.
Saya pikir jika pemerintah serius, hal ini tidaklah terlalu sulit untuk diatasi. Masyarakat yang mampu membuat WC sendiri, diwajibkan harus membuat WC sendiri. Sedangkan mereka yang tidak mampu dapat disubsidi dengan bahan bangunan tertentu atau pilihan terakhir dibanggakan WC umum.
Sekali lagi jika pemerintah serius dan melihat bahwa masalah BAB sembarangan ini adalah sebuah musibah, saya pikir dalam jangka paling lambat satu tahun, masalah ini pasti bisa tuntas.
Ayo pemerintah, kami tunggu gebrakanmu untuk menyelesaikan masalah ini dan Indonesia tidak masuk lagi dalam daftar yang sangat memalukan tersebut.
(RS)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI