Mohon tunggu...
Rini Wulandari
Rini Wulandari Mohon Tunggu... Guru - belajar, mengajar, menulis

Guru SMAN 5 Banda Aceh http://gurusiswadankita.blogspot.com/ penulis buku kolaborasi 100 tahun Cut Nyak Dhien, Bunga Rampai Bencana Tsunami, Dari Serambi Mekkah Ke Serambi Kopi (3), Guru Hebat Prestasi Siswa Meningkat

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Sudahkah Kita Bersyukur? Belajar dari Kisah Si Gadis Remah Roti

12 Maret 2024   00:17 Diperbarui: 21 Maret 2024   10:32 556
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi makan bersama agar tak mubazir sumber gambar freepik avesiar.com

Ternyata ia tak mau hal itu diketahui orang lain dan bisa membuatnya dicela.

Kisah itu mengingatkan kita agar tak melakukan tindakan mubazir, membuang makanan dengan sesuka hati, sementara di tempat lain masih banyak orang yang bahkan tidak bisa menikmati makan yang cukup.

Sikap menghargai makanan sebenarnya bagian dari cara kita bersyukur atas rezeki yang diberikan Tuhan.

Begitu juga dengan cara kita menghargai segala sesuatu yang kita hadapi dalam kehidupan kita dengan berusaha untuk selalu menerimanya dengan ekspektasi yang baik dengan bagaimanapun caranya. Karena dibalik semua itu pasti ada pembelajarannya. 

Ramadhan bisa menjadi "sekolah" tempat kita belajar tentang banyak hal, terutama tentang bagaimana mensyukuri nikmat Tuhan. Merasakan bagaimana menahan rasa lapar bisa semakin bisa membuat kita menghargai "rasa kenyang" dibandingkan dengan begitu banyak orang lain yang tidak seberuntung kita. 

Dan bisa membuat kita semakin bersyukur dengan berbagi kelebihan rezeki yang kita miliki dengan orang lain. Semoga Ramadhan kareem dengan nuansanya yang indah bisa menularkan banyak kebaikan kepada kita, agar semakin mudah bersyukur dalam menghadapi segala tantangan hidup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun