Mohon tunggu...
Rifan Nazhip
Rifan Nazhip Mohon Tunggu... Penulis - PENULIS
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hutan kata; di hutan aku merawat kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerita Kosong

25 April 2019   15:06 Diperbarui: 25 April 2019   15:18 172
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber ilustrasi: pixabay

"Ya! Dia dibuang istrinya yang gemuk-padat, setelah dia bercinta dengan seorang pembantu?"

"Bercinta?"

"Ya! Seperti yang terjadi kepada ayahnya. Seperti dosa turun-temurun. Tapi ini rahasia." Sunyi lagi. "Ayahnya menghamili pembantu, dan lahir dia. Dia berselingkuh dengan pembantu, akhirnya terbuang sia-sia. Bedanya dia lebih berkelas dari ayahnya. Ayahnya bercinta dengan pembantu rumah tangga, dia dengan pembantu sebuah perusahaan, alias sekretaris istrinya. Hahaha!"

---sekian---

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun