Mohon tunggu...
RIFAN OKTAVIANUS
RIFAN OKTAVIANUS Mohon Tunggu... -

Desainer grafis lepas yang juga penggiat lingkungan hidup, yang sedang gencar bercerita tentang bahaya sampah plastik.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Perinatologi Untuk Negeri

3 Desember 2018   13:15 Diperbarui: 4 Desember 2018   18:27 2358
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Biak adalah sebuah pulau yang terletak di Teluk Cendrawasih di sebelah utara Pulau Papua, dengan Biak Kota sebagai kota terbesar di pulau ini. Dahulu nama Biak (v'iak) berasal dari bahasa setempat yang dipakai oleh pendudukan yang tinggal di pesisir pantai untuk menamakan penduduk yang tinggal di pedalaman. 

Lambat laun Biak menjadi nama untuk penduduk dan daerah Biak. Keseluruhan pulau dengan penduduk 170.000 jiwa ini berpenduduk mayoritas keturunan Melanesia. Penduduk masih terpusat di Biak Kota (100.000 jiwa berdasarkan sensus tahun 2014) sebagai pusat ekonomi, dan juga akses kesehatan. 

Pembangunan di tanah Papua memang lebih terlambat dari pada propinsi lainnya. Hal ini mengakibatkan kurangnya infrastruktur dan rendahnya kualitas SDM. Begitu juga permasalahan yang dihadapi RSUD Biak yaitu permasalahan yang paralel dengan keterlambatan pembangunan itu: dana yang terbatas dan kekurangan tenaga dokter yang profesional.  

Digagas bersama oleh UNICEF dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2014, program NICU RSUD Biak bertujuan untuk meningkatkan keterampilan klinis dalam pengelolaan neonatus.

Program ini juga memiliki misi untuk menekan angka kematian neonatus hingga di bawah target nasional Kemenkes: 16 bayi (yang juga bagian dari Millenium Development Goal and Sustainable Development Goal). Unit Perinatologi juga memiliki misi untuk meningkatkan angka kesuksesan ibu menyusui dan imunisasi.

Adalah dr. Windhi Kresnawati yang telah mengabdi untuk program ini di RSUD Biak sejak tahun 2014. Dr. Windhi menceritakan pengalamannya menangani bayi Agung dengan berat badan rendah yang ekstrim, dengan berat hanya 600 gram, bayi yang oleh warga lokal dianggap sebagai kelainan dengan kemungkinan hidup yang hampir nihil. 

Tetapi berkat dedikasi yang luar biasa dari dr. Windhi dan tim Unit Perinatologi, puluhan bayi seperti bayi Agung kini menjadi saksi nyata keberhasilan program ini.

Foto: Rifan Oktavianus
Foto: Rifan Oktavianus
Selain menjadi penanggungjawab program kerja sama ini, Dr. Windhi juga mengemban tugas sebagai supervisi dalam tim Unit Perinatologi. Dengan visi untuk menjadi pusat pelayanan perinatologi unggulan di Papua, manajemen/leadership tim dalam unit mempunyai fungsi yang sangat penting. Sebagaimana yang direncanakan pada program selama tahun 2016.

Suster Dorce 'Kak Oce' Datu sebagai team leader mengepalai empat Sub Unit (Tim) Perinatologi yaitu: Resusitasi Darurat, Nutrisi Laktasi, Pengendalian Infeksi dan Patient Safety. Masing-masing tim memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda, dengan jumlah total 17 perawat. 

Foto: Rifan Oktavianus
Foto: Rifan Oktavianus
Team Leader mempunyai tanggung jawab di bidang manajerial dan disipliner; juga bertanggung jawab mengatur Bed Management dan pengaturan jaga perawat; mewakili unit Perinatologi RSUD Biak dalam hal internal dan eksternal. Meskipun berasal dari berbagai macam suku dan latar belakang yang berbeda, para perawat Unit Perinatologi selalu tampil kompak dan penuh dedikasi.

Di kota kecil seperti Biak, higienitas ternyata belumlah menjadi standar kegiatan sehari-hari. Dalam rangka pengendalian infeksi dengan ketat, para perawat tetap harus saling mengingatkan untuk terus menjaga hand hygene dengan mencuci tangan sebelum tindakan (yang sesuai dengan sesuai standar WHO). Terbukti, hal kecil seperti terbiasa cuci tangan dapat menurunkan angka kematian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun