Mohon tunggu...
Ridwan Sank
Ridwan Sank Mohon Tunggu... Konsultan - Ridwan Sank Hipnovator

Ridwan Sank adalah seorang Penulis Buku, Public Trainer & Hipnoterapis, juga Founder TEH (The Ethnic Hypnoaura) yaitu Mesmerisme Aura Ala Sunda . Silahkan kunjungi web saya www.ridwansank.co.id, WA/Telp. 081310831118

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Menguak "Om Telolet Om" dari Sisi Neuro Semantics

22 Desember 2016   23:39 Diperbarui: 23 Desember 2016   00:04 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

 Jargon "Om Telolet Om" semakin fenomenal, mendadak menjadi aksi hiburan bagi semua kalangan dan profesi, mulai dari anak-anak, selebriti sampai politisi. 

 Kali ini saya tidak  akan membahas tentang jenis klakson ataupun bunyinya, melainkan  dari sisi linguistiknya, persisnya Neuro Semantics (NS).

 Semua orang awam pasti bingung apa itu NS, bahkan mungkin untuk para praktisi hipnosis dan NLP sekalipun. 

 NEURO-SEMANTICS ( NS ) adalah derivatif baru dari NLP yang mempelajari dan membedah  lebih mendalam tentang pola berpikir manusia, mempelajari tentang bagaimana cara berbahasa dan proses berpikir seseorang sehingga mampu mempengaruhi keputusan yang diberikan atas suatu kejadian, sehingga menghasilkan tindakan.

 NS ini mempermudah kita untuk  "memodifikasi" cara berpikir dan berperilaku  sesuai dengan tujuan secara optimal.
 Dalam NS, tidak setiap kata memberi pengaruh yang sama bagi setiap orang, justru yang memberikan pengaruh adalah arti atau makna yang kita berikan atas kata tersebut

 Masih bingung?


 OK saya beri contoh sederhana, yaitu jargon yang kini fenomenal
 " Om Telolet Om".

 Bagi anak-anak " Om Telolet Om" berarti sesuatu yang mengasyikkan dan menyenangkan bahkan bisa menjadi obat kepenatan dan kebosanan.

 Hasilnya ketika mendengar atau berteriak  "Om telolet OM" , secara otomatis mereka langsung merasa senang dan gembira. Sensasinya akah bertambah    jika ini dilakukan langsung di pinggir jalan bersama teman temannya menunggu bis telolet datang, lalu  mereka berteriak dan berjoget-joget "Om telolet OM" .
 Bagi mereka, bahagia itu sederhana.

 Lain lagi bagi Polisi atau Dishub, jargon ini berarti sesuatu yang membahayakan dalam berlalu lintas, jadi harus dihentikan segera.

 Akibatnya, Polisi dan Dishub merazia bis-bis yang memiliki klakson telolet, dan mengancam  hukuman yang tegas kepada para supir bis yang membunyikan klakson telolet di jalan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun