Selain itu, juga dibuat jalur penyeberangan yang memadukan antara zona merah keselamatan yang dipinggirannya diberikan guiding blockyang berfungsi sebagai jalur pemandu bagi difabel. Zona merah keselamatan ini juga dimaksudkan agar pengendara dapat berhati-hati dari kejauhan untuk sesegera mungkin mengurangi kecepatan ketika akan melintasi jalur penyeberangan ini.


Tak perlu muluk dan tak perlu melulu ratifikasi kebijakan pro kaum difabel sana sini yang berkepanjangan, yang terpenting adalah bagaimana membuat para kaum difabel mampu merasa setara dengan kaum normal serta mampu memenuhi asa dan kebutuhan mereka untuk mampu bergerak dan memiliki mobilitas bebas dalam ruang publik. Karena sesungguhnya pemenuhan aktualisasi diri seperti yang dicetuskan Maslow dalam hierarkinya bukan hanya milik kaum normal semata, namun sepenuh-penuhnya juga milik kaum-kaum luar biasa yang turut memiliki asa.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI