"Motor baru, mobil baru, pakaian, sepatu dan tas baru, tapi nyicil alias ngangsur. Susah membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan."
Budaya belanja saat ini menjadi penyakit moderen kronis masyarakat kita. Orang tidak lagi merasa puas hanya dengan memiliki satu sepatu atau satu sandal. Apalagi baju.Â
Saat ini, harus seragam dan harus ada kesesuaian antara warna baju, tas, sepatu hingga perhiasan. Padahal, siapa yang mau lihat penampilan kita?
Dosen atau guru memang banyak yang hidupnya sederhana. Namun karena tidak 'kuat' dengan pengaruh lingkungan, lebih banyak lagi yang karena "malu", hidupnya dipaksa berubah. Motor baru, mobil baru, pakaian, sepatu dan tas baru, tapi nyicil alias ngangsur. Susah membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Â
Kiat Sederhana
Hidup jadi terasa menderita sebetulnya bukan karena orang lain. Akan tetapi karena kita yang tidak mampu mengendalikan diri. Sebetulnya sangat simple.Â
Sepanjang tidak butuh, tidak perlu beli, agar barang-barang di rumah gak numpuk. Sepanjang belum ada rejeki, tidak perlu nyicil, kecuali sangat terpaksa dan itu adalah kebutuhan, misalnya rumah. Dari pada dipakai ngontrak, memang lebih baik dipakai untuk ngangsur. Â
Prinsip hidup kayak gini penting, apalagi jika bayaran masih level UMR. Supaya jangan karena ingin tampil keren, terlihat kayak anggota DPR, padahal kenyataannya, status rumah saja, masih nebeng. Â
Malang, 26 July 2020
Ridha Afzal
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI