Mohon tunggu...
Ria Mi
Ria Mi Mohon Tunggu... Guru - Menulis memotivasi diri

Guru

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Nilai-Nilai dalam Lagu "Jiwa yang Bersedih" karya Ghea Indrawari

25 November 2024   06:05 Diperbarui: 25 November 2024   07:39 61
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

- " ,"
Oleh: Riami

Selain membaca berbagai karya sastra dan artikel, saya suka menyimak lagu-lagu, meresapi isi, mungkin menemukan makna. Dalam implementasi kehidupan kita juga bisa belajar dari lagu. Ini sebagian lagu yang suka kunyanyikan di rumah, ketika semua gelap, misal lampu mati, bulan tertutup mendung, pulsa bahagia sedang limit. Bisa juga dinikmati oleh yang sedang sayang-sayangnya lantas ditinggal pergi sama dia, entah alasan apa saja yang bikin kamu sedih. Mari simak syairnya sejenak.

Jiwa Yang Bersedih
Lagu Ghea Indrawari

Ringkasan
Lirik
Dengarkan
Ta da
Ta da da da
Ha

Kemarilah
Singgah dulu sebentar
Perjalananmu jauh
Tak ada tempat berteduh

Menangislah
Kan kau juga manusia
Mana ada yang bisa
Berlarut-larut
Berpura-pura sempurna

Sampaikan pada jiwa yang bersedih
Begitu dingin dunia yang kau huni
Jika tak ada tempatmu kembali
Bawa lukamu biar aku obati

Tidakkah letih kakimu berlari
Ada hal yang tak mereka mengerti
Beri waktu tuk bersandar sebentar
Selama ini kau hebat
Hanya kau tak didengar

Ho oh

Menangislah
Kan kau juga manusia
Mana ada yang bisa
Berlarut-larut
Berpura-pura sempurna

Sampaikan pada jiwa yang bersedih
Begitu dingin dunia yang kau huni
Jika tak ada tempatmu kembali
Bawa lukamu biar aku obati

Tidakkah letih kakimu berlari
Ada hal yang tak mereka mengerti
Beri waktu tuk bersandar sebentar
Selama ini kau hebat
Hanya kau tak didengar

Uh uh
Uh uh

Sampaikan pada jiwa yang bersedih
Begitu dingin dunia yang kau huni
Jika tak ada tempatmu kembali
Bawa lukamu biar aku obati

Tidakkah letih kakimu berlari
Ada hal yang tak mereka mengerti
Beri waktu tuk bersandar sebentar
Selama ini kau hebat
Hanya kau tak didengar
Tak didengar

Tidakkah letih kakimu berlari
Ada hal yang tak mereka mengerti
Beri waktu tuk bersandar sebentar
Selama ini kau hebat
Hanya kau tak didengar

Selama ini kau hebat
Kau pasti kan didengar

Sumber: LyricFind

Lagu ini memiliki nilai-nilai religius, simpati, empati, nilai kasih sayang sesama manusia, juga nilai puitis.

- , misalnya:

Senada dengan kutipan surat di bawah ini, menangis pada Allah adalah obat segala kesedihan.

Arti La Tahzan Innallaha Ma'ana
La tahzan innallaha ma'ana merupakan petikan ayat dari surat At-Taubah ayat 40. Berikut ini adalah tulisan Arab la tahzan innallaha ma'ana:

Arab Latin: "La tahzan innallaha ma'ana"

Artinya: "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita".

Di luar itu bait-bait yang lain merupakan   rasa kasih sayang dan yaitu keadaan mental yang membuat seseorang merasa dirinya dalam keadaan perasaan yang sama dengan orang atau kelompok lain.
Kalimat-kalimat puitis berikut menambah kekuatan jiwa. Meski ada kata menangis tapi ini bentuk kesadaran diri secara puitis kita manusia tak sempurna, tapi tak putus asa.

-

Senada yang disampaikan :

, ,

Jadi menangis itu puitis, maka menangislah jika itu diperlukan, asal tidak berlarut-larut, segera diseka dan setelah itu .

Aku suka sekali dengan ending lagu ini setelah tiga kali reff.

Ada semacam ketukan di dada(jiwa/hati). Kita kuat dan ini afirmasi positif.

Lagu ini bukan fiksi tapi   (maaf pinjam istilah yang ditulis Jisa Afta, dalam buku Fiksionasi). Ini terasa sekali digali dari kehidupan nyata yang setiap manusia pasti ada sedih perihnya, lalu ada solusi untuk bangkit.

Semoga sekelumit ini bermanfaat. Aamiin.

#Riami
#Bersama_Jiwa_yang_bersedih
#Untuk_BANGKIT

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun