Pada akhirnya komunikasi yang terbuka didalam tim akan menumbuhkan kedewasaan setiap anggota yang ada di dalamnya.
2. Pembagian tugas yang jelas
Pembagian tugas yang jelas perlu disampaikan kepada masing-masing anggota tim.Â
Tidak semua pekerjaan dapat dikerjakan bersama-sama dengan berlandaskan tugas kolaborasi.Â
Seorang manajer sebaiknya dapat mengkomunikasikan peran dan tugas masing-masing anggota tim, berikan feedback dan arahan jika ada area "abu-abu" untuk menghindari miscommunication antar anggota tim yang dapat memicu konflik internal.Â
Pekerjaan yang berada di area abu-abu, jika tidak dibicarakan lama kelamaan akan menimbulkan sikap apatis dan tidak peduli pada anggota tim ketika pekerjaan itu muncul, bahkan bisa menyebabkan salah satu anggota tim merasa menjadi korban karena harus melakukan pekerjaan yang sebenarnya bukan bagian dari yang tertulis dalam job description.
3. Tunjukkan bahwa anda adalah pemimpin,bukan bos.
Tidak semua orang terlahir sebagai pemimpin, tetapi setiap orang bisa melatih dirinya dalam hal kepemimpinan.Â
Beberapa orang beranggapan ketika ia mendapatkan promosi sebagai manajer artinya ia memiliki otoritas terhadap bawahannya, lebih longgar terhadap aturan kepegawaian bahkan ada yang merasa lebih santai karena ketika ada pekerjaan ia dapat memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mengerjakannya, kemudian hasilnya akan ia laporkan kepada pimpinan seolah-olah itu adalah hasil kerjanya.Â
Jika Anda menjadi manajer yang seperti itu, Anda hanya membuang waktu Anda untuk menikmati kesenangan yang semu melalui jabatan tersebut.
Saran saya gunakanlah kesempatan yang ada untuk Anda menggali kemampuan kepemimpinan Anda. Tunjukkan kepada staff bahwa Anda memang layak untuk memimpin karena potensi yang Anda miliki, berikan teladan dengan tutur kata dan perilaku yang sejalan sehingga bisa menginspirasi tim Anda untuk bertumbuh setiap waktu bersama Anda.