Mohon tunggu...
Rheizal Yumara
Rheizal Yumara Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Antropologi UNAIR

Halooo, selamat membaca!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Mengetahui Penyebab dari Iklim yang Tidak Menentu dan Dampak dari Pengeboran

31 Mei 2023   18:48 Diperbarui: 31 Mei 2023   18:50 329
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Iklim merupakan sebuah cuaca yang dirata ratakan pada waktu tertentu atau dalam periode waktu yang lama. Iklim dapat berubah dalam suhu dan pola cuaca. Terjadinya pergeseran secara alami melalui variasi siklus matahari dapat menjadi penyebabnya. Tapi, tidak menutup kemungkinan kegiatan yang dilakukan oleh manusia menjadi penyebab utama dari perubahan iklim yang terjadi seperti pembakaran bahan bahan fosil  batu bara, minyak dan gas. Pembakaran bahan fosil tersebut menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berfungsi untuk menyelimuti Bumi dan membuat panas matahari dan kenaikan suhu..

Berikut ini merupakan beberapa penyebab dari iklim yang tidak menentu:

  1. Manufaktur barang

Dalam proses manufaktur menghasilkan emisi dari pembakaran bahan fosil, bertujuan untuk ,menghasilkan energi yang digunakan untuk membuat barang barang seperti semen, besi, benda elektronik, plastik dan lain lain. Mesin yang digunakan untuk manufaktur juga menggunakan batu  bara, minyak atau gas yang dihasilkan dari pertambangan.

  1. Penebangan hutan

Untuk memperluas lahan atau membuat lahan pertanian dan peternakan terkadang hutan  menjadi korbannya. Pohon yang ditebangi melepaskan karbon yang tersimpan didalamnya. Hutan dapat menyerap karbon dioksida dan menebang pohon sampai gundul menyebabkan pembatasan kemampuan alam dalam mengurangi emisi di atmosfer sekaligus membuat bencana alam bagi manusia.

  1. Penggunaan transportasi

Dalam melakukan kegiatannya sehari hari kebanyakan manusia pasti menggunakan transportasi baik pribadi maupun umum. Mayoritas kendaraan seperti motor, mobil, truk dan lainnya menggunakan bahan bakar fosil untuk beroperasi.  Hal itu menyebabkan penggunaan transportasi merupakan penyebab utama gas rumah kaca khususnya emisi karbon dioksida

Suku Bangsa Ifugao merupakan salah satu suku bangsa di Filipina yang mengalami perubahan iklim yang disebabkan oleh pengeboran di Filipina yang diberhentikan pada 2014 kala itu. Filipina adalah negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan. Filipina pada kala itu pernah melakukan pengeboran di laut yang merupakan salah satu penyebab iklim tidak stabil. Masyarakat Ifugao mempunyai mata pencaharian utama sebagai petani dan masih dipengaruhi oleh tradisi nenek moyang mereka termasuk kalender pertanian mereka.

Dampak dari iklim yang tidak menentu bagi masyarakat Ifugao 

  • Cadangan makanan menjadi berkurang disertai perubahan harga yang tidak pasti
  • Bencana alam seperti kebakaran hutan, erosi dan banjir 
  • Berkurangnya persediaan air yang menyebabkan kekeringan

Filipina tidak mempunyai sumber daya yang melimpah untuk mengatasi perubahan iklim yang terjadi. Maka dari itu para masyarakat dari suku Ifugao mempunyai strategi seperti : 

  • Mempertahankan penggunaan komponen organik 
  • Mengelola air untuk mencegah bencana alam
  • Melindungi sekaligus menambah tanaman

Pengeboran adalah sebuah cara yang dipakai untuk mencari keberadaan batu bara dan benda yang berada dibawah permukaan tanah.

Dampak dari pengeboran ada positif dan negatif seperti:

Positif

  1. Tersedianya tenaga kerja masyarakat lokal 

  2. Sumber pendapatan masyarakat lokal menjadi meningkat

Negatif

  1. Penebangan hutan untuk memperluas lahan pertambangan

  2. Galian bekas pertambangan yang dibiarkan menyebabkan menurunnya kesuburan tanah 

Kegiatan tambang tidak dapat dilakukan secara semena mena karena menurut Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Perizinan usaha di bidang pertambangan berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2022 tentang Pendelegasian Pemberian Perizinan Berusaha di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara meliputi: 

  1.  Izin Usaha Pertambangan terdiri atas:

  • Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP)
  • IUP Eksplorasi; dan
  • IUP Operasi Produksi.
  1. Izin Pertambangan Rakyat

  2.  Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB).

  3.  Izin khusus di bidang pertambangan mineral dan batubara terdiri atas :

  • Izin Pengangkutan dan Penjualan.
  • Izin Usaha Jasa Pertambangan.

Rheizal Yumara Syahputra, Universitas Airlangga

https://youtu.be/bAWezQCZTnI

Daftar Pustaka

Hafiz, A. (2016). Dampak Izin Pertambangan Batubara Bagi Lingkungan Masyarakat Kelurahan Sempaja Timur Kecamatan Samarinda Utara. Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol, 4, 2477-2458.

Wardani, E. M. (2016). Perubahan iklim dan suku bangsa minoritas di Filipina: Pengalaman dan pelajaran dari Suku Bangsa Ifugao untuk masyarakat Asia Pasifik. Jurnal Kajian Wilayah, 5(2), 111-132.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun