Maka desas-desus liar motif pembunuhan pun bermunculan. Menurut pengakuan warga setempat, Tarsum diduga depresi lantaran faktor ekonomi. Lebih spesifiknya, usahanya bangkrut dan ia terlilit hutang ratusan juta rupiah sehingga tidak bisa membayarnya.
Yoyo sendiri sebagai ketua RT tidak tahu secara pasti apa yang menjadi motif pembunuhan. Dalam penuturannya kepada wartawan, Yoyo hanya mengkonfirmasi bahwa Tarsum di duga mengalami depresi.
"Profesi sehari-harinya jual beli kambing. Dikatakan bangkrut tidak juga karena masih berjualan. Kemarin masih bawa jualan domba," kata Yoyo seperti dikutip dari tvonenews.com.
Desas-desus lain yang beredar liar di media sosial juga menyebut, Tarsum menjadi depresi berat akibat tak kuasa menanggung hutang anaknya yang sering berjudi online hingga menderita kerugian ratusan juta rupiah. Itulah yang membuat ia menjadi kalap.
Namun tak berselang lama, masih di media sosial pula, ada orang terdekat yakni teman dari anaknya pelaku yang mengkonfirmasi bahwa dugaan depresi akibat anaknya yang punya hutang ratusan juta karena sering berjudi online itu tidak benar alias hoax.
Namun yang menarik, setelah pelaku ditangkap dan di introgasi oleh petugas polisi, Tarsum mengaku bahwa ia melakukan aksi sadisnya itu karena di dorong oleh "bisikan gaib", sehingga kuat dugaan bahwa sebenarnya pelaku mengalami gangguan jiwa.
Sulit juga untuk langsung setuju bahwa pelaku mengalami depresi, karena prilakunya berbanding terbalik dari kebiasaan pengidap depresi pada umumnya. Hal ini dikuatkan oleh pendapat ahli Kriminolog dari Universitas Indonesia Adrianus Meliala yang menilai bahwa besar kemungkinan pelaku tidak mengalami depresi. Karena menurutnya orang yang depresi cenderung tidak berprilaku agresif.
"Saya kira yang bersangkutan tidak depresi. Orang depresi cenderung regresif alias mundur, tidak mau makan, tidak mau tidur, sakit, sembunyi di kamar. Dengan kata lain, tidak agrisif," ujar Adrianus seperti dikutip dari detiknews.com
Lebih lanjut Adrianus menduga, pelaku mengalami gejala psikosis paranoid, terbukti dari pengakuannya yang mendengar "bisikan gaib" yang mendesaknya untuk membunuh sang istri. Karena menurutnya, orang yang paranoid cenderung akan bersikap agresif.
Hal senada juga tercermin dari prilaku Tarsum ketika hendak ditangkap polisi, ia sempat berontak agresif, melawan petugas sambil membawa pisau, tapi dengan dibantu oleh pihak TNI dan warga setempat, Tarsum pun bisa diamankan dan digelandang ke kantor polisi.
Tidak hanya itu, beredar pula potongan video di media sosial yang memperlihatkan kondisi Tarsum setelah ditangkap polisi dan sudah mendekam di dalam penjara. Ia nampak gelisah ingin membuka tali borgol yang mengikat tangannya, lalu seperti orang yang mengigau ia bertanya-tanya pada orang yang ada di luar penjara, "Nyata teu ieu? Ieu nyata teu? Jam sabaraha ayeuna? Di luar macet meureun?"