Para remaja harusnya sudah mulai dikenalkan perihal romansa. Kita berikan edukasi soal relasi cinta yang tepat. Berdasarkan studi ahli, bukan belajar berdasarkan apa yang di tonton lewat sinetron atau film-film drama.
Mungkin terbersit pertanyaan dalam benak Anda, "kalau cinta perlu dipelajari, lantas bagian mana yang perlu dipelajari? Bukankah cinta itu abstrak?"
Tentu saja yang dipelajari bukan objeknya, bukan kata "Cinta"nya, karena sampai kapanpun tidak akan ketemu apa itu pengertian cinta.Â
Karena tiap orang bisa mendefinisikan dan mengartikan kata cinta, namun belum tentu setiap orang paham tentang makna cinta yang sesungguhnya.
Jadi yang kita pelajari adalah "Pola"nya. Bukan kata "Cinta"nya.
Ya, dengan mempelajari polanya, tentu kita akan lebih berhati-hati, lebih logis, lebih aware pada saat sebelum dan sesudah memulai relasi cinta.
Ketika berbicara mengenai pola, tentu ada aturan mainnya. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa saja yang perlu dan tidak perlu dilakukan.
Jadi kalau selama ini Anda hanya mendapatkan kegagalan, merasa lebih banyak dikecewakan, dipermainkan dan tidak kunjung mendapatkan kebahagiaan dalam urusan romansa Anda, itu artinya Anda sedang menjalani dan berada dalam pola yang salah.
Anda perlu mengevaluasi apa saja kesalahan-kesalahan, ketidaktahuan, atau ketidaksengajaan yang Anda perbuat sehingga menyebabkan Anda terus mengalami kegagalan yang berulang-ulang.
Ketika Anda memutuskan merubah polanya, tentu saja realitanya pun akan berubah. Selama Anda mempertahankan pola yang sama, maka pada saat itu dan seterusnya Anda akan terus mendapatkan realita yang serupa.
Saya beri contoh deh, supaya Anda tidak bingung. :D