Karena faktanya, British pun bukan aksen yang satu. Bila Anda berpergian ke daerah lebih utara lekoh British London bisa jadi tak ditemui di sana. Anda malah akan menemukan perpaduan British rasa Irish.Â
Kalau Sunda yang kecil saja bisa memperanak beragam aksen, apalagi Amerika yang luasnya sepertiga dari benuanya. Tiap negara bagian bisa jadi berbeda-beda. Ada yang hentakannya khas a la Redneck, ada pula yang lebih flowy karena telah berdifusi dengan Amerika Latin, ada juga yang santai-santai sangar a la penduduk berkulit hitam, dan masih banyak lagi.
Itu belum teritung Bahasa Inggrisnya Afrika Selatan, Singapura, China, atau India yang memiliki gayanya masing-masing. Dan nyatanya, masih sah-sah saja bahasa Inggrisnya.
Bahkan Ridwan Kamil dengan bangganya berpidato berbahasa Inggris dengan logat Sundanya yang khas sewaktu Ia membuka Konferensi Asia Afrika saat masih menjabat menjadi wali kota Bandung tanpa embel-embel usaha untuk menjadi British ataupun American.
Jadi, bagaimana? Masih perlukah belajar aksen pribumi bahasa asing?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H