Perjalanan tahap akhir yang hanya tersisa 30 kilometer dari total jarak 150 km rasanya tak habis-habis. Panitia yang berjaga-jaga di tiap titik tikungan, tanjakan dan turunan tajam tak henti-hentinya memberi semangat. Sembari meneriakkan kalimat penyemangat "Ayo sebentar, lagi!"
Kalimat yang nyaris tak saya percaya lagi, gara-gara tanjakan dan turunan yang panjang dan rasanya tak habis-habis. Hingga akhirnya titik finish pun memang nyaris di depan mata.
Semangat pun muncul lagi, sepeda dibawa dengan sisa-sisa tenaga. Sampai akhirnya sepeda saya pun sampai di titik finish.  Walaupun melebihi batas waktu yang ditetapkan agar tercatat di leader board. Tapi karena memang saya tak mengejar juara apapun selain berusaha sampai titik finish dengan selamat tanpa cidera. Maka sampai finish di km 150 itu pun sudah lebih dari cukup.
Selain itu, toh masih ada beberapa peserta lain yang finish setelah saya hehe.
Begitulah sekilas cerita perjalanan mengikuti event Tour de Loksado tahun ini. Walaupun sepanjang perjalanan sampai akhirnya selesai saya merasa kapok. Tapi kok rasanya pengen ikut lagi tahun depan. "Kapok sambal," kata seorang kawan.Â
Sebenarnya setelah finish, acara masih dilanjutkan dengan pengumuman peserta tercepat yang akan mendapatkan gelar King of Mountain dan Queen of Mountain disertai penyerahan hadiah. Dilanjutkan dengan acara wisata bamboo rafting keesokan harinya.
Tapi berhubung tempat acara sekaligus lokasi penginapan masih cukup jauh dari titik finish, saya memutuskan untuk kembali balik kanan, pulang ke Banjarbaru. Untunglah saya bisa numpang dengan mobil peserta lain yang kebetulan juga langsung pulang setelah sampai titik finish
Jadi begitulah, tak ada catatan negatif untuk acara Tour de Loksado tahun ini, selain mungkin start yang agak kesiangan dari rencana semula yaitu satu jam lebih lambat. Selain itu acara berlangsung lancar dari start sampai finish.Â
Mari kita lihat, apakah tahun depan masih semangat untuk kembali mengikutinya. Semoga saja ya. Doakan saja.